Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Sumbawa Barat pada tahun 2025 mencapai 83991 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 18,9 persen dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini merupakan kenaikan tertinggi yang tercatat sepanjang periode pengamatan sejak tahun 2018. Informasi ini berasal dari data pengolahan Survei Sosial Ekonomi Nasional.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di DKI Jakarta 2025)
Sepanjang periode 2018 sampai 2025, hanya terjadi satu kali penurunan pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini, yaitu pada tahun 2021 ke 2022 dengan penurunan sedikit sebesar 0,5 persen. Selain periode tersebut, pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan ini terus mengalami kenaikan setiap tahun. Pada tahun 2018 pengeluaran masih tercatat 36624 rupiah per kapita per bulan, dan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam tujuh tahun.
Pengeluaran untuk perawatan kulit tahun 2025 menyumbang sekitar 2,4 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat. Sebagai perbandingan, pengeluaran untuk makanan jadi tercatat 373944 rupiah, sedangkan pengeluaran untuk sabun mandi mencapai 93790 rupiah per kapita per bulan. Nilai pengeluaran perawatan kulit ini juga setara dengan 141 persen dari rata-rata pengeluaran untuk kategori kecantikan secara keseluruhan.
Berdasarkan perbandingan se-provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sumbawa Barat menempati urutan kedua untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2025. Hanya Kota Mataram yang mencatat pengeluaran lebih tinggi dengan nilai 96212 rupiah per kapita per bulan. Di urutan ketiga tercatat Kabupaten Sumbawa dengan pengeluaran 59525 rupiah, disusul Kabupaten Lombok Tengah sebesar 49517 rupiah dan Kota Bima di urutan kelima dengan 47360 rupiah.
Secara nasional, posisi Kabupaten Sumbawa Barat berada di peringkat 98 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran perawatan kulit. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan secara keseluruhan, wilayah ini juga konsisten menempati urutan kedua se-provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini tercatat 0,7 persen, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit yang mencapai 18,9 persen.
Kota Mataram
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Penajam Paser Utara | 2025)
Kota Mataram sebagai ibukota provinsi secara konsisten menempati urutan pertama seluruh kategori pengeluaran di Nusa Tenggara Barat, termasuk untuk pengeluaran perawatan kulit. Pada tahun 2025, total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kota Mataram mencapai 2266048 rupiah, dengan pengeluaran perawatan kulit tercatat 96212 rupiah. Pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini mencapai 11,4 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Kabupaten Sumbawa Barat. Urutan peringkat Kota Mataram tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa menempati urutan ketiga untuk pengeluaran perawatan kulit se-provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025 dengan nilai 59525 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit sebesar 23,4 persen, salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi ini. Total pengeluaran masyarakat Kabupaten Sumbawa pada tahun 2025 tercatat 1684954 rupiah per kapita per bulan, menempati urutan ketiga secara keseluruhan dibandingkan seluruh wilayah di Nusa Tenggara Barat.
Kabupaten Lombok Tengah
Kabupaten Lombok Tengah tercatat memiliki pengeluaran perawatan kulit sebesar 49517 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025, menempati urutan keempat se-provinsi. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit tertinggi se-Nusa Tenggara Barat dengan angka 44,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran masyarakat per kapita di Kabupaten Lombok Tengah mencapai 1427211 rupiah, dengan pertumbuhan pengeluaran makanan tercatat 10,9 persen pada periode yang sama.
Kota Bima
Kota Bima menempati urutan kelima untuk pengeluaran perawatan kulit di Nusa Tenggara Barat tahun 2025 dengan nilai 47360 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini menjadi satu-satunya daerah di lima urutan teratas yang mencatat penurunan pengeluaran perawatan kulit, yaitu sebesar 7,7 persen dibandingkan tahun 2024. Total pengeluaran per kapita Kota Bima tercatat 1682703 rupiah, menempati urutan keempat untuk total pengeluaran keseluruhan se-provinsi.