Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kebutuhan kecantikan di Kabupaten Ciamis pada tahun 2024 mencapai 35108 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 10,1 persen dibandingkan catatan tahun 2023 yang hanya sebesar 31876 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 sampai 2024, catatan tahun 2024 ini menjadi nilai pengeluaran tertinggi yang pernah tercatat untuk kategori kebutuhan ini di wilayah tersebut.
(Baca: PDRB Kabupaten Lombok Tengah 2025: Rp24,17 Triliun, Tumbuh 4,87 Persen)
Sepanjang tujuh tahun pencatatan, angka pengeluaran kecantikan di Kabupaten Ciamis mengalami pergerakan naik dan turun. Pada tahun 2019 angka naik 33,1 persen dari tahun sebelumnya, kemudian pada tahun 2020 turun sebesar 23,4 persen. Setelah tahun 2020, angka pengeluaran kembali naik secara bertahap, hanya terjadi kenaikan sedikit pada tahun 2022 dan 2023 sebelum akhirnya naik 10,1 persen pada tahun 2024.
Besar pengeluaran untuk kecantikan ini hanya menyumbang sekitar 13,1 persen dari total pengeluaran perawatan masyarakat, dan hanya sekitar 2,5 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa per kapita sebulan. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran kecantikan hanya mencapai 16,7 persen dari pengeluaran makanan jadi per kapita setiap bulannya.
Untuk posisi peringkat di tingkat provinsi Jawa Barat, Kabupaten Ciamis menempati urutan ke 16 dari total 27 kabupaten dan kota yang tercatat. Di atas posisi Kabupaten Ciamis secara berturut-turut terdapat Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bandung. Sementara di tingkat nasional, wilayah ini menempati peringkat ke 225 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Kabupaten Ciamis
Data historis menunjukkan rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan di Kabupaten Ciamis pada tahun 2024 mencapai 1396724 rupiah, dengan kenaikan sebesar 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini mencatat angka 760800 rupiah per kapita sebulan dengan kenaikan 6 persen, sedangkan pengeluaran bukan makanan mencapai 635924 rupiah dengan kenaikan 8,7 persen. Pada seluruh kategori pengeluaran ini, Kabupaten Ciamis secara konsisten menempati urutan pertengahan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Brunei Darussalam 2024)
Kota Bekasi
Sebagai wilayah dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di Jawa Barat pada tahun 2024, Kota Bekasi mencatat angka 99662 rupiah per kapita per bulan dengan kenaikan 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran total per kapita wilayah ini mencapai 3345253 rupiah per bulan, menempati urutan pertama di seluruh Provinsi Jawa Barat. Kenaikan pengeluaran total di wilayah ini mencapai 16,8 persen, dimana kenaikan terbesar terjadi pada kategori pengeluaran bukan makanan yang tumbuh 18,3 persen selama satu tahun terakhir.
Kota Bogor
Kota Bogor mencatat pengeluaran kecantikan sebesar 45600 rupiah per kapita pada tahun 2024, atau mengalami penurunan sebesar 54,3 persen dibandingkan catatan tahun 2023. Secara total pengeluaran per kapita, wilayah ini masih menempati urutan keempat di Provinsi Jawa Barat dengan nilai 2572606 rupiah per bulan. Penurunan besar pada pengeluaran kecantikan ini berbanding terbalik dengan kenaikan 6,6 persen pada pengeluaran makanan yang terjadi di wilayah yang sama selama periode yang sama.
Kabupaten Cianjur
Kabupaten Cianjur tercatat memiliki pengeluaran kecantikan terendah di seluruh Provinsi Jawa Barat pada tahun 2024 dengan nilai 22894 rupiah per kapita per bulan. Angka ini mengalami kenaikan 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 1256500 rupiah per bulan, menempati urutan ke 24 di tingkat provinsi. Kenaikan 12,5 persen pada pengeluaran total di wilayah ini sebagian besar didorong oleh kenaikan pengeluaran makanan yang tumbuh 12,7 persen selama satu tahun terakhir.