Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di Kabupaten Morowali pada tahun 2024 mencapai 110928 Rupiah. Angka ini mengalami penurunan sebesar 2,4 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan nilai 113602 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, pengeluaran tertinggi untuk komoditas ini tercatat pada tahun 2023 sebelum akhirnya terjadi penurunan sedikit pada tahun terakhir.
(Baca: Statistik Produksi Kembang Kol Periode 2013-2024)
Nilai pengeluaran sabun mandi ini setara dengan 4,77 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi, 22,1 persen dari pengeluaran kecantikan, dan 79,3 persen dari pengeluaran perawatan rumah tangga per kapita. Sementara itu bila dibandingkan total pengeluaran aneka barang jasa masyarakat, bagian pengeluaran sabun mandi mencapai 29,17 persen dari nilai rata-rata pengeluaran bulanan tersebut.
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Morowali mengalami kenaikan terus menerus sejak tahun 2018 hingga 2023. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan peningkatan sebesar 25 persen dari tahun sebelumnya. Hanya pada tahun 2024 untuk pertama kalinya dalam kurun waktu tujuh tahun tercatat terjadi penurunan nilai pengeluaran untuk komoditas ini.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Morowali menempati urutan pertama pengeluaran sabun mandi per kapita pada tahun 2024. Posisi ini masih sama seperti peringkat tahun sebelumnya. Berada di urutan kedua adalah Kota Palu dengan nilai pengeluaran 90685 Rupiah, disusul Kabupaten Morowali Utara 76002 Rupiah, Kabupaten Poso 67838 Rupiah dan Kabupaten Banggai 66751 Rupiah. Secara nasional, Kabupaten Morowali berada pada urutan 33 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Kabupaten Morowali
Total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Morowali untuk seluruh kategori makanan dan bukan makanan pada tahun 2024 mencapai 2321830 Rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menjadikan wilayah ini menempati urutan pertama tertinggi di seluruh kabupaten kota di Provinsi Sulawesi Tengah. Nilai pengeluaran makanan saja mencapai 1112454 Rupiah per kapita per bulan, sementara untuk kategori bukan makanan tercatat 1209376 Rupiah dengan pertumbuhan 19,9 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Tabalong 3,48 Persen)
Kota Palu
Sebagai ibukota provinsi, Kota Palu menempati urutan kedua secara keseluruhan pengeluaran masyarakat di Sulawesi Tengah. Total pengeluaran per kapita per bulan tahun 2024 mencapai 1904401 Rupiah dengan pertumbuhan 13,5 persen dari tahun sebelumnya. Nilai pengeluaran makanan mencapai 786535 Rupiah, sedangkan pengeluaran bukan makanan tercatat 1117866 Rupiah. Untuk pengeluaran sabun mandi, Kota Palu mencatatkan pertumbuhan naik sebesar 7,9 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Morowali Utara
Kabupaten Morowali Utara menempati urutan ketiga total pengeluaran masyarakat seprovinsi dengan nilai total 1647264 Rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan total pengeluaran sebesar 2,4 persen, namun untuk kategori bukan makanan justru mengalami penurunan sedikit sebesar 3,4 persen. Sama seperti Kabupaten Morowali induk, pengeluaran sabun mandi di wilayah ini juga mengalami penurunan 2,4 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Poso
Kabupaten Poso berada di urutan kelima pengeluaran total masyarakat Sulawesi Tengah dengan nilai 1439029 Rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini hanya mencatatkan pertumbuhan sangat kecil sebesar 0,1 persen untuk total pengeluaran, bahkan pengeluaran makanan mengalami penurunan sebesar 3,6 persen. Untuk pengeluaran sabun mandi, Kabupaten Poso mencatatkan penurunan sebesar 9,6 persen pada tahun 2024, menjadi salah satu penurunan terbesar di wilayah provinsi ini.