Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Bekasi pada tahun 2024 mencapai 149596 rupiah. Nilai ini naik sebesar 2,2 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 3280,9 rupiah per orang setiap bulannya. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, nilai pengeluaran ini tercatat mengalami pergerakan naik turun dengan peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 13,3 persen.
(Baca: Harga Tembaga Turun Menuju Level US$6,34 /Pon (Jumat, 19 Juni 2026))
Nilai pengeluaran rokok dan tembakau ini setara dengan 44,1 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk kecantikan, 37,5 persen dari pengeluaran perawatan, 171 persen dari pengeluaran sabun mandi setiap bulannya. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran rokok dan tembakau mencapai 37,5 persen dari total pengeluaran makanan jadi masyarakat Kabupaten Bekasi. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, pengeluaran rokok dan tembakau Kabupaten Bekasi hanya mengalami penurunan dua kali yaitu pada tahun 2019 sebesar 1,5 persen dan tahun 2021 sebesar 2,3 persen. Selain kedua tahun tersebut, nilai pengeluaran ini selalu mencatatkan peningkatan setiap tahunnya. Rata-rata pertumbuhan tahunan selama lima tahun terakhir berada pada angka 3,5 persen, sedangkan rata-rata tiga tahun terakhir tercatat sebesar 3,8 persen.
Untuk posisi peringkat seprovinsi Jawa Barat, Kabupaten Bekasi berada di urutan ke 9 dari total 27 kabupaten dan kota pada tahun 2024. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya. Lima wilayah dengan pengeluaran rokok tertinggi di Jawa Barat berturut-turut adalah Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Indramayu.
Kota Bekasi mencatatkan pengeluaran rokok tertinggi seprovinsi dengan nilai 196516 rupiah per kapita per bulan pada 2024, dengan pertumbuhan sebesar 22,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menjadi yang tertinggi di seluruh wilayah Jawa Barat, jauh di atas nilai Kabupaten Bekasi yang hanya tumbuh 2,2 persen pada periode yang sama.
(Baca: PDRB Kabupaten Konawe Utara 2025: Rp6,16 Triliun, Tumbuh 4,34 Persen)
Pengeluaran Non Makanan Kabupaten Bekasi
Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran non makanan per kapita per bulan Kabupaten Bekasi pada tahun 2024 mencapai 967482 rupiah. Nilai ini naik sedikit sebesar 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan Kabupaten Bekasi di urutan ke 6 dari seluruh kabupaten kota di Provinsi Jawa Barat. Posisi ini berada tepat di bawah lima wilayah kota besar yaitu Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bandung dan Kota Cimahi.
Pengeluaran Total Masyarakat
Total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kabupaten Bekasi untuk seluruh kategori makanan dan bukan makanan pada tahun 2024 tercatat sebesar 1898978 rupiah. Nilai ini turun sedikit sebesar 4,6 persen dibandingkan catatan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, posisi Kabupaten Bekasi tetap bertahan di urutan ke 6 seprovinsi Jawa Barat untuk kategori pengeluaran total masyarakat.
Pengeluaran Kategori Makanan
Untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Bekasi mencatatkan nilai 931496 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Nilai ini naik sebesar 13,8 persen dibandingkan tahun 2023, dan menempatkan wilayah ini di urutan ke 4 seprovinsi Jawa Barat. Pertumbuhan pengeluaran makanan ini menjadi salah satu yang tertinggi diantara kabupaten di wilayah Jawa Barat pada periode yang sama.