Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di Kota Jakarta Selatan tahun 2024 mencapai 126325 rupiah, naik 16,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Selisih pengeluaran dengan tahun 2023 sebesar 17718,5 rupiah, dengan nilai pengeluaran tahun sebelumnya sebesar 108606,61 rupiah. Informasi ini diolah dari data Susenas.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Minahasa Utara | 2024)
Dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran sabun mandi Kota Jakarta Selatan mengalami fluktuasi. Tahun 2018 mencapai 101847 rupiah, kemudian sedikit turun menjadi 98696 rupiah di 2019. Tahun 2020 sedikit naik menjadi 98954 rupiah, lalu terus naik hingga 100231 rupiah di 2021. Tahun 2022 terjadi kenaikan signifikan menjadi 120345 rupiah, kemudian sedikit turun menjadi 108607 rupiah di 2023, dan kembali naik menjadi 126325 rupiah di 2024. Kenaikan tertinggi terjadi di tahun 2022 dengan pertumbuhan 20,1 persen, sedangkan penurunan tertinggi terjadi di tahun 2023 dengan pertumbuhan minus 9,8 persen.
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan Kota Jakarta Selatan untuk aneka barang jasa mencapai 1071071 rupiah, di mana pengeluaran sabun mandi menyumbang sekitar 11,79 persen dari total tersebut. Pengeluaran untuk sabun mandi lebih tinggi dibanding rata-rata pengeluaran untuk kecantikan sebesar 99618 rupiah, tetapi lebih rendah dibanding pengeluaran untuk perawatan sebesar 184656 rupiah dan rokok serta tembakau sebesar 177532 rupiah.
Kota Jakarta Selatan menempati rank pertama dalam pengeluaran sabun mandi seprovinsi DKI Jakarta tahun 2024. Di tingkat pulau Jawa, wilayah ini menempati rank kedua, dan di tingkat nasional rank kesebelas. Rank selanjutnya di provinsi DKI diisi oleh Kota Jakarta Utara, Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Pusat, dan Kabupaten Kepulauan Seribu secara berurutan.
Dibandingkan kabupaten/kota lain di DKI Jakarta, Kota Jakarta Utara memiliki pengeluaran sabun mandi tahun 2024 sebesar 113728 rupiah, sedikit turun 12,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Kota Jakarta Timur mencatat pengeluaran 111962 rupiah, sedikit naik 2 persen. Kota Jakarta Barat memiliki pengeluaran 111860 rupiah, turun 26,5 persen. Kota Jakarta Pusat mencatat pengeluaran 96180 rupiah, sedikit turun 15,9 persen. Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki pengeluaran terendah sebesar 72072 rupiah, sedikit turun 6,4 persen.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Karang Asem | 2024)
Kota Jakarta Utara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan Kota Jakarta Utara untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 mencapai 3045751 rupiah, sedikit turun 10,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan mencapai 1205110 rupiah, naik 33,5 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 1840641 rupiah, sedikit turun 3,5 persen. Wilayah ini menempati rank pertama dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan seprovinsi DKI Jakarta.
Kota Jakarta Barat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan Kota Jakarta Barat untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 2738922 rupiah, turun 17 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan mencapai 1050285 rupiah, sedikit naik 5,8 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 1688637 rupiah, sedikit turun 5,3 persen. Wilayah ini menempati rank kedua dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan seprovinsi DKI Jakarta.
Kota Jakarta Timur
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan Kota Jakarta Timur untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 2429992 rupiah, sedikit turun 9,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan mencapai 983077 rupiah, sedikit naik 6,9 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 1446915 rupiah, naik 15,2 persen. Wilayah ini menempati rank keempat dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan seprovinsi DKI Jakarta.
Kota Jakarta Pusat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan Kota Jakarta Pusat untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 2443767 rupiah, sedikit turun 15,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan mencapai 1073071 rupiah, naik 20 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 1370697 rupiah, naik 16,5 persen. Wilayah ini menempati rank ketiga dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan seprovinsi DKI Jakarta.