Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mencapai 164.555 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 17,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluaran pada 2023 sebesar 140.186 rupiah. Selisih pengeluaran tahun 2024 dengan 2023 mencapai 24.369,4 rupiah per kapita sebulan. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 78,3 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi, dan sekitar 78,4 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Maluku Utara 2018 - 2024)
Pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Pulang Pisau mengalami fluktuasi selama tujuh tahun terakhir. Pada tahun 2018, pengeluaran ini sebesar 109.470 rupiah, kemudian naik secara signifikan menjadi 149.786 rupiah pada 2019 dengan pertumbuhan 36,8 persen. Tahun 2020, pengeluaran sedikit turun menjadi 142.281 rupiah dengan penurunan 5 persen dibandingkan 2019. Tahun 2021, pengeluaran kembali naik sedikit menjadi 146.202 rupiah dengan pertumbuhan 2,8 persen, sebelum turun sedikit menjadi 136.266 rupiah pada 2022 dengan penurunan 6,8 persen. Tahun 2023, pengeluaran naik sedikit menjadi 140.186 rupiah dengan pertumbuhan 2,9 persen, sebelum mengalami kenaikan terbesar sejak 2019 pada tahun 2024.
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kabupaten Pulang Pisau tahun 2024 sebesar 210.066 rupiah, sehingga pengeluaran rokok dan tembakau menyumbang sekitar 78,3 persen dari angka tersebut. Pengeluaran rokok dan tembakau juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan (32.309 rupiah), perawatan (43.972 rupiah), dan sabun mandi (58.969 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi sebesar 205.634 rupiah, yang hanya sekitar 24,9 persen lebih tinggi dibandingkan pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Pulang Pisau menempati peringkat ke-8 dalam pengeluaran rokok dan tembakau di antara 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah pada tahun 2024. Wilayah dengan pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di provinsi ini adalah Kabupaten Lamandau dengan 279.181 rupiah, diikuti oleh Kabupaten Seruyan (233.054 rupiah) dan Kabupaten Sukamara (227.118 rupiah). Secara nasional, Kabupaten Pulang Pisau menempati peringkat ke-79 di antara seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya, karena posisi wilayah lain di provinsi juga tetap konsisten.
Lima kabupaten dengan pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di Kalimantan Tengah tahun 2024 adalah Kabupaten Lamandau, Seruyan, Sukamara, Kota Waringin Barat, dan Kota Waringin Timur. Kabupaten Lamandau mengalami pertumbuhan 19,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan Kabupaten Seruyan mengalami pertumbuhan tertinggi di provinsi sebesar 29,1 persen. Kabupaten Sukamara memiliki pertumbuhan 14,9 persen, Kota Waringin Barat dengan pertumbuhan 34,8 persen, dan Kota Waringin Timur dengan pertumbuhan 6,3 persen. Semua wilayah ini memiliki pengeluaran rokok dan tembakau yang lebih tinggi daripada Kabupaten Pulang Pisau, dengan selisih terbesar adalah 114.626 rupiah antara Kabupaten Lamandau dan Pulang Pisau.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Banjar Baru Periode 2004 - 2024)
Kota Palangkaraya
Berikut data historis kabkota lain: Kota Palangkaraya memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.092.813 rupiah, dengan pertumbuhan 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.929.998 rupiah, turun sedikit sebesar 6,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 837.185 rupiah, dengan pertumbuhan 13,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Palangkaraya menempati peringkat ke-1 dalam pengeluaran bukan makanan di Kalimantan Tengah, peringkat ke-2 dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan peringkat ke-8 dalam pengeluaran makanan. Pertumbuhan pengeluaran makanan di Kota Palangkaraya cukup signifikan, menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat untuk kebutuhan pangan.
Kabupaten Lamandau
Kabupaten Lamandau memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.020.716 rupiah, dengan pertumbuhan 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 2.076.552 rupiah, turun sedikit sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 1.055.836 rupiah, dengan pertumbuhan 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Lamandau menempati peringkat ke-2 dalam pengeluaran bukan makanan, peringkat ke-1 dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan peringkat ke-1 dalam pengeluaran makanan di Kalimantan Tengah. Pengeluaran makanan di wilayah ini tetap stabil, sedangkan pengeluaran total makanan dan bukan makanan mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Kabupaten Kota Waringin Barat
Kabupaten Kota Waringin Barat memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 sebesar 902.927 rupiah, dengan pertumbuhan 1,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.852.161 rupiah, turun sedikit sebesar 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 949.234 rupiah, dengan pertumbuhan 13,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Kota Waringin Barat menempati peringkat ke-3 dalam pengeluaran bukan makanan, peringkat ke-3 dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan peringkat ke-3 dalam pengeluaran makanan di Kalimantan Tengah. Pertumbuhan pengeluaran makanan di wilayah ini cukup tinggi, menunjukkan peningkatan konsumsi pangan jadi atau bahan makanan oleh masyarakat.
Kabupaten Kota Waringin Timur
Kabupaten Kota Waringin Timur memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 sebesar 831.751 rupiah, dengan pertumbuhan 33,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.730.443 rupiah, naik sedikit sebesar 9,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 898.692 rupiah, dengan pertumbuhan 20,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Kota Waringin Timur menempati peringkat ke-4 dalam pengeluaran bukan makanan, peringkat ke-5 dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan peringkat ke-5 dalam pengeluaran makanan di Kalimantan Tengah. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan dan makanan di wilayah ini sangat signifikan, menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat yang cukup tinggi dalam satu tahun terakhir.