Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa per kapita sebulan di Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2024 mencapai 514.245 rupiah, naik sebesar 17,8% dibanding tahun sebelumnya. Selisih pengeluaran dengan tahun 2023 sebesar 77.617,5 rupiah, dengan nilai pengeluaran tahun sebelumnya sebesar 436.627 rupiah. Pengeluaran ini didukung oleh pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar 194.538 rupiah per kapita sebulan, serta makanan jadi sebesar 253.692 rupiah.
Pengeluaran aneka barang dan jasa ini menyumbang sekitar 28,2% dari total pengeluaran makanan dan bukan makanan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2024 sebesar 1.824.150 rupiah. Dibanding pengeluaran bukan makanan sebesar 899.419 rupiah per kapita sebulan, pengeluaran aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 57,2% dari nilai tersebut. Sementara itu, pengeluaran makanan per kapita sebulan wilayah ini sebesar 924.731 rupiah, naik sebesar 12,2% dibanding tahun sebelumnya.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jambi 2015 - 2024)
Secara historis, pengeluaran aneka barang dan jasa di Kabupaten Kepulauan Anambas terus naik setiap tahun sejak 2018. Tahun 2018, nilai pengeluaran sebesar 273.757 rupiah, kemudian naik sebesar 24,2% menjadi 339.895 rupiah tahun 2019. Tahun 2020 naik sebesar 10,8% menjadi 376.740 rupiah, 2021 naik sebesar 11,4% menjadi 419.630 rupiah, 2022 naik sedikit sebesar 2,9% menjadi 431.875 rupiah, dan 2023 naik sedikit sebesar 1,1% menjadi 436.627 rupiah. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2019, sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2023.
BPS mencatat, Kabupaten Kepulauan Anambas menempati peringkat pertama di provinsi Kepulauan Riau untuk pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Di tingkat pulau Sumatera, wilayah ini berada di peringkat kedua, dan di tingkat nasional peringkat ke-20. Peringkat ini tetap sama dibanding tahun sebelumnya, dimana wilayah ini juga menduduki posisi teratas di provinsi.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi, Kabupaten Kepulauan Anambas mengungguli Kota Batam (peringkat kedua) dengan pengeluaran 484.476 rupiah per kapita sebulan, yang naik sedikit sebesar 7,5% dibanding tahun sebelumnya. Kota Tanjung Pinang berada di peringkat ketiga dengan nilai 396.190 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 3,8%. Kabupaten Bintan di peringkat keempat dengan 353.608 rupiah, memiliki pertumbuhan tertinggi di provinsi sebesar 20,2%. Kabupaten Natuna di peringkat kelima dengan 338.854 rupiah, hanya naik sedikit sebesar 0,7%.
Kota Batam
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Kota Batam menempati peringkat pertama di provinsi Kepulauan Riau untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.349.142 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 19,8% dibanding tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, wilayah ini juga berada di peringkat pertama dengan nilai 2.344.962 rupiah, naik sedikit sebesar 0,7%. Rata-rata pengeluaran makanan per kapita sebulan Kota Batam sebesar 995.819 rupiah, naik sebesar 7% dibanding tahun sebelumnya, juga menduduki posisi teratas provinsi.
(Baca: Statistik Penduduk Beragama Hindu di Sulawesi Tengah 2015-2024)
Kota Tanjung Pinang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Kota Tanjung Pinang berada di peringkat kedua di provinsi Kepulauan Riau untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar 997.865 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 15,7%. Namun, untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, wilayah ini mengalami penurunan sebesar 18,3% menjadi 1.917.867 rupiah, meskipun masih berada di peringkat kedua provinsi. Rata-rata pengeluaran makanan per kapita sebulan sebesar 920.002 rupiah, naik sebesar 33,8% yang menjadi pertumbuhan tertinggi di provinsi untuk kategori ini.
Kabupaten Kepulauan Anambas
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Kabupaten Kepulauan Anambas berada di peringkat ketiga di provinsi Kepulauan Riau untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar 899.419 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 12,8%. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, wilayah ini mengalami penurunan sebesar 9,4% menjadi 1.824.150 rupiah, tetap berada di peringkat ketiga provinsi. Rata-rata pengeluaran makanan per kapita sebulan sebesar 924.731 rupiah, naik sebesar 12,2% dibanding tahun sebelumnya, berada di peringkat kedua provinsi untuk kategori ini.
Kabupaten Bintan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Kabupaten Bintan berada di peringkat keempat di provinsi Kepulauan Riau untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar 762.370 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 7,9%. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, wilayah ini naik sedikit sebesar 0,9% menjadi 1.516.959 rupiah, berada di peringkat keenam provinsi. Rata-rata pengeluaran makanan per kapita sebulan sebesar 754.589 rupiah, naik sebesar 4,6% dibanding tahun sebelumnya, berada di peringkat keenam provinsi untuk kategori ini.