Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya pada tahun 2024 mencapai 237600 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 4,1 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 9305,7 rupiah per orang setiap bulannya. Selama tujuh tahun periode pencatatan sejak 2018, nilai pengeluaran kategori ini tercatat selalu mengalami kenaikan setiap tahun.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Barat 2025)
Pada tahun 2021 tercatat kenaikan tertinggi sebesar 44,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Periode 2018 hingga 2023 selalu mengalami kenaikan di atas 24 persen setiap tahun, sebelum akhirnya pada tahun 2024 hanya terjadi kenaikan sedikit. Kondisi ini menjadi anomali untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun pencatatan, dimana pertumbuhan turun drastis dari angka 27,4 persen pada tahun 2023 menjadi hanya 4,1 persen di tahun terakhir.
Secara peringkat wilayah, Kabupaten Tambrauw menempati urutan ke 4 dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi Papua Barat Daya untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Secara nasional, wilayah ini berada di peringkat 238 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, sedangkan secara kelompok pulau Papua menempati urutan ke 27. Peringkat ini tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.
Tiga wilayah lain di atas Kabupaten Tambrauw secara berurutan adalah Kabupaten Maybrat, Kabupaten Sorong dan Kota Sorong. Hanya Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Maybrat yang mencatatkan pertumbuhan positif pada tahun 2024. Kabupaten Sorong mengalami penurunan sebesar 8,5 persen dan Kota Sorong mencatatkan penurunan sebesar 15,2 persen untuk kategori pengeluaran yang sama.
Kabupaten Maybrat
Kabupaten Maybrat menempati peringkat pertama tertinggi di seluruh provinsi Papua Barat Daya untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, pengeluaran per kapita untuk makanan mencapai 1310771 rupiah per bulan, pengeluaran bukan makanan sebesar 1290692 rupiah, dengan total pengeluaran keseluruhan mencapai 2601464 rupiah per orang setiap bulan. Meskipun menempati peringkat teratas, wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 11,4 persen untuk pengeluaran bukan makanan dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kota Kendari 5,94 Persen)
Kabupaten Sorong
Kabupaten Sorong berada di peringkat kedua provinsi untuk total pengeluaran masyarakat per kapita. Nilai pengeluaran makanan per kapita pada tahun 2024 tercatat 937547 rupiah per bulan, pengeluaran bukan makanan sebesar 988761 rupiah, dengan total keseluruhan 1926308 rupiah. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 2,8 persen untuk total pengeluaran dan penurunan 5,8 persen untuk kategori pengeluaran bukan makanan dibandingkan tahun 2023.
Kota Sorong
Kota Sorong menempati peringkat ketiga di provinsi Papua Barat Daya untuk total pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, warga wilayah ini mengeluarkan rata-rata 896330 rupiah per kapita per bulan untuk kebutuhan makanan, serta 1026053 rupiah untuk kebutuhan bukan makanan. Total pengeluaran keseluruhan mencapai 1922383 rupiah, dan menjadi satu-satunya wilayah selain Tambrauw yang mencatatkan kenaikan untuk total pengeluaran sebesar 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Tambrauw
Sebagai wilayah peringkat keempat di provinsi, Kabupaten Tambrauw mencatatkan pengeluaran makanan rata-rata 914743 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, dengan pertumbuhan kenaikan sebesar 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu pengeluaran bukan makanan tercatat 718697 rupiah dengan penurunan sebesar 10,2 persen. Total pengeluaran keseluruhan masyarakat wilayah ini mencapai 1633440 rupiah per orang setiap bulannya, dengan penurunan sedikit sebesar 2,4 persen dibandingkan tahun 2023.