Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk kebutuhan kecantikan di Kota Balikpapan pada tahun 2024 mencapai 54620 rupiah per orang setiap bulan. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 10,5 persen dibandingkan posisi tahun 2023 yang tercatat sebesar 61014 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang tujuh tahun terakhir pencatatan sejak 2018, angka pengeluaran kecantikan kota ini mengalami pergerakan naik turun dengan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2019 yaitu sebesar 20,3 persen.
(Baca: Produksi Padi di Papua | 2026)
Dari total pengeluaran masyarakat per kapita per bulan, alokasi untuk kebutuhan kecantikan hanya menempati porsi kecil. Jika dibandingkan total pengeluaran rata-rata per kapita sebesar 2,17 juta rupiah setiap bulan, pengeluaran kecantikan hanya menyumbang 2,5 persen dari seluruh pengeluaran rumah tangga. Nilai ini juga jauh lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi sebesar 397509 rupiah, maupun pengeluaran untuk sabun mandi yang mencapai 109475 rupiah per kapita setiap bulan.
Sepanjang periode 2018 hingga 2024, pengeluaran kecantikan Kota Balikpapan mencapai angka pengeluaran tertinggi pada tahun 2021 dengan nilai 67242 rupiah per kapita. Setelah mencapai titik tersebut, angka pengeluaran bergerak turun sedikit pada tahun 2022, kemudian naik sedikit pada tahun 2023 sebelum kembali turun pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran kecantikan selama lima tahun terakhir di kota ini tercatat sebesar 58788 rupiah, dimana angka tahun 2024 berada 7 persen dibawah nilai rata-rata tersebut.
Pada tingkat provinsi Kalimantan Timur, Kota Balikpapan menempati urutan keenam dari sepuluh kabupaten dan kota yang ada untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Lima wilayah yang berada diatas posisi Kota Balikpapan secara berurutan adalah Kabupaten Kutai Timur, Kota Samarinda, Kota Bontang, Kabupaten Berau dan Kabupaten Mahakam Hulu. Dari seluruh wilayah tersebut, hanya Kabupaten Berau dan Kota Balikpapan yang mencatat penurunan pengeluaran kecantikan pada tahun 2024, sementara delapan wilayah lainnya mengalami kenaikan.
Kabupaten Kutai Timur
Kabupaten Kutai Timur menjadi wilayah dengan pengeluaran kecantikan tertinggi se-Kalimantan Timur pada tahun 2024 dengan nilai mencapai 82780 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat kenaikan pengeluaran kecantikan sebesar 32,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya salah satu wilayah dengan pertumbuhan tertinggi di provinsi ini. Total pengeluaran per kapita bulanan wilayah ini mencapai 2,16 juta rupiah, dengan pertumbuhan pengeluaran makanan mencapai 16,2 persen pada tahun yang sama. Wilayah ini menempati urutan ketiga untuk total pengeluaran keseluruhan se-provinsi.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kota Pasuruan 2018 - 2024)
Kota Samarinda
Sebagai ibu kota provinsi, Kota Samarinda menempati urutan kedua untuk pengeluaran kecantikan tahun 2024 dengan nilai 79904 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat kenaikan pengeluaran kecantikan sebesar 44,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua setelah Kabupaten Mahakam Hulu. Kota Samarinda juga menempati urutan pertama untuk total pengeluaran bukan makanan se-provinsi dengan nilai mencapai 1,31 juta rupiah per kapita setiap bulan, atau tumbuh sebesar 10,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Bontang
Kota Bontang berada di urutan ketiga untuk pengeluaran kecantikan se-provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2024 dengan nilai 76592 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat kenaikan pengeluaran kecantikan sebesar 27,5 persen dibandingkan tahun 2023. Untuk total pengeluaran bukan makanan, Kota Bontang menempati urutan kedua se-provinsi dengan nilai 1,27 juta rupiah per kapita setiap bulan, atau tumbuh sebesar 11,2 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara untuk pengeluaran makanan, wilayah ini berada di urutan keenam se-provinsi.
Kabupaten Berau
Kabupaten Berau menempati urutan keempat untuk pengeluaran kecantikan tahun 2024 dengan nilai 68297 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini menjadi satu-satunya wilayah selain Kota Balikpapan yang mencatat penurunan pengeluaran kecantikan yaitu sebesar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran keseluruhan di Kabupaten Berau tercatat turun sebesar 14,1 persen pada tahun 2024, sementara pengeluaran makanan justru naik sebesar 5 persen pada periode yang sama. Wilayah ini menempati urutan keempat untuk total pengeluaran keseluruhan se-provinsi Kalimantan Timur.