Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Belitung untuk rokok dan tembakau pada tahun 2025 sebesar 175952 rupiah per bulan. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 12,1 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih pengurangan sebesar 24334 rupiah per kapita setiap bulannya. Sepanjang tahun 2018 sampai 2025, catatan pengeluaran ini mengalami pergerakan naik turun sebanyak enam kali perubahan arah selama delapan tahun periode pengamatan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua 2025)
Catatan historis menunjukkan pengeluaran tertinggi untuk kategori rokok dan tembakau terjadi pada tahun 2023 dengan nilai 210067 rupiah per kapita per bulan. Sebelumnya pada tahun 2020 pernah tercatat kenaikan sebesar 22 persen yang menjadi kenaikan tertinggi sepanjang periode data, sementara penurunan terbesar terjadi pada tahun 2021 sebesar 12,4 persen sebelum akhirnya terjadi penurunan kembali pada tahun 2025. Rata-rata pengeluaran rokok dan tembakau selama lima tahun terakhir di wilayah ini berada pada angka 193904 rupiah per kapita per bulan.
Nilai pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2025 setara dengan 60 persen dari rata-rata pengeluaran masyarakat untuk makanan jadi, dua kali lipat lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan, dan bahkan melebihi pengeluaran bulanan untuk perawatan pribadi. Jika dibandingkan total pengeluaran aneka barang dan jasa, bagian pengeluaran rokok dan tembakau mencapai 60 persen dari seluruh nilai pengeluaran kategori tersebut setiap bulannya.
Berdasarkan perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Belitung berada di peringkat ke 7 untuk nilai pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2025. Posisi ini menjadi yang terendah di seluruh wilayah provinsi, di bawah Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Selatan, Kota Pangkal Pinang, Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Belitung Timur. Sementara itu secara nasional wilayah ini menempati peringkat 38 dari seluruh kabupaten kota di Pulau Sumatera.
Kabupaten Belitung Timur
Kabupaten Belitung Timur mencatat pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi se-provinsi pada tahun 2025 dengan nilai 211560 rupiah per kapita per bulan, meskipun wilayah ini juga mengalami penurunan paling besar sebesar 18,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini juga menempati urutan kedua untuk total pengeluaran per kapita bulanan seluruh kategori barang dan jasa dengan nilai 2015400 rupiah, mengalami penurunan sebesar 5,6 persen dari tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini berada di urutan ke empat se-provinsi dengan nilai 971124 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Statistik Nilai Ekspor Nonmigas Menurut Negara Tujuan Afrika Periode 2013-2025)
Kota Pangkal Pinang
Kota Pangkal Pinang sebagai ibukota provinsi tetap menempati urutan pertama untuk total pengeluaran per kapita seluruh kategori barang dan jasa dengan nilai 2127111 rupiah per bulan pada tahun 2025. Meskipun demikian, wilayah ini mengalami penurunan sebesar 15 persen untuk total pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran rokok dan tembakau, kota ini berada di urutan ketiga se-provinsi dengan nilai 199186 rupiah per kapita per bulan, dan mengalami kenaikan sedikit sebesar 3 persen dari tahun 2024.
Kabupaten Bangka Barat
Kabupaten Bangka Barat mencatat kenaikan sebesar 7,3 persen untuk pengeluaran rokok dan tembakau pada tahun 2025, menjadi satu-satunya wilayah di provinsi ini yang mengalami kenaikan di atas 5 persen untuk kategori tersebut. Nilai pengeluaran rokok dan tembakau di wilayah ini mencapai 206898 rupiah per kapita per bulan dan menempati urutan kedua se-provinsi. Untuk total pengeluaran seluruh kategori, wilayah ini berada di urutan kelima dengan nilai 1740583 rupiah per kapita per bulan, hanya mengalami perubahan sedikit sebesar 0,3 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Bangka
Kabupaten Bangka berada tepat di atas Kabupaten Belitung pada urutan keenam se-provinsi untuk pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2025 dengan nilai 176138 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini hanya berbeda 186 rupiah saja dibandingkan nilai pengeluaran Kabupaten Belitung, dengan kenaikan sangat sedikit sebesar 0,2 persen dari tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran seluruh kategori barang dan jasa, wilayah ini menempati urutan keempat se-provinsi dengan nilai 1861875 rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan sebesar 2 persen dari tahun 2024.