Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk makanan dan minuman jadi pada tahun 2024 mencapai 194957 Rupiah. Nilai ini tumbuh 6,9 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 182343 Rupiah. Peningkatan pada tahun terakhir ini terjadi setelah tiga tahun berturut-turut mencatat kenaikan sejak tahun 2021. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Statistik Persentase Rumah Tangga Kumuh Periode 2018-2023)
Sepanjang periode 2018 sampai 2024, catatan pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2018 tercatat 167082 Rupiah, kemudian sedikit naik pada 2019, lalu turun dua tahun berturut-turut pada 2020 dan 2021. Mulai tahun 2021 sampai 2024 nilai pengeluaran terus naik hingga mencapai nilai tertinggi pada tahun 2024.
Untuk skala provinsi Jawa Timur, Kabupaten Pasuruan menempati urutan ke 21 dari total 38 kabupaten dan kota yang ada. Urutan ini berada satu tingkat di bawah Kabupaten Tuban, dan satu tingkat di atas Kabupaten Malang. Secara nasional, wilayah ini menempati urutan ke 233 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran yang sama.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi ini setara dengan 17,1 persen dari total pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk seluruh kategori barang dan jasa. Nilai ini lebih besar dibandingkan pengeluaran bulanan untuk kategori kecantikan yang hanya 32226 Rupiah, namun masih lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 135862 Rupiah per kapita setiap bulan.
Kota Surabaya
Kota Surabaya menjadi wilayah dengan nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2024 dengan nilai 400939 Rupiah per kapita setiap bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan secara konsisten menempati urutan pertama provinsi untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi di Kota Surabaya lebih dari dua kali lipat nilai yang tercatat di Kabupaten Pasuruan.
(Baca: 0,01% Penduduk di Kabupaten Kampar Beragama Hindu)
Kabupaten Tuban
Kabupaten Tuban yang menempati urutan 20 provinsi mencatat nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 202581 Rupiah pada tahun 2024. Berbeda dengan Kabupaten Pasuruan yang naik, wilayah ini justru mencatat penurunan 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selisih nilai pengeluaran antara Kabupaten Tuban dengan Kabupaten Pasuruan hanya sebesar 7624 Rupiah per kapita setiap bulan.
Kabupaten Malang
Berada tepat di bawah urutan Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 193627 Rupiah pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat penurunan sedikit sebesar 0,8 persen dibandingkan tahun 2023. Selisih nilai dengan Kabupaten Pasuruan hanya 1330 Rupiah, sehingga terdapat jarak nilai yang sangat kecil antar kedua wilayah ini.
Kabupaten Ngawi
Kabupaten Ngawi mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi se-Jawa Timur pada tahun 2024 dengan angka pertumbuhan 37,8 persen. Nilai pengeluaran wilayah ini mencapai 228554 Rupiah per kapita setiap bulan, dan menempati urutan ke 14 provinsi. Pertumbuhan yang sangat tinggi ini menjadikan Kabupaten Ngawi sebagai salah satu wilayah dengan pergerakan konsumsi tercepat di tahun terakhir.