Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Lombok Utara pada tahun 2024 sebesar 29.797 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 4,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 31.237 rupiah. Pengeluaran ini merupakan bagian dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di wilayah tersebut yang sebesar 20.885 rupiah, dan hanya sekitar 1,94 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa sebesar 153.332 rupiah.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Riau 2015 - 2024)
Pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Lombok Utara mengalami fluktuasi signifikan selama periode 2018 hingga 2024. Tahun 2018 mencatat pengeluaran tertinggi sebesar 34.733 rupiah per kapita sebulan, sebelum mengalami penurunan yang cukup besar sebesar 22,3 persen pada tahun 2019 menjadi 27.004 rupiah. Setelah itu, pengeluaran sedikit naik pada tahun 2020 sebesar 2,4 persen menjadi 27.639 rupiah, dan terus naik sebesar 11,5 persen pada tahun 2021 menjadi 30.821 rupiah, serta naik lagi sebesar 7,9 persen pada tahun 2022 menjadi 33.260 rupiah. Namun, pada tahun 2023 dan 2024, pengeluaran kembali mengalami penurunan berturut-turut sebesar 6,1 persen dan 4,6 persen.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Lombok Utara menempati peringkat ke-9 dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Peringkat teratas dipegang oleh Kota Mataram dengan pengeluaran sebesar 86.379 rupiah per kapita sebulan, yang mengalami kenaikan sebesar 3,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Diikuti oleh Kabupaten Sumbawa Barat dengan 70.637 rupiah (naik 8,5 persen), Kota Bima dengan 51.286 rupiah (naik 9,3 persen), Kabupaten Sumbawa dengan 48.230 rupiah (turun 19 persen), dan Kabupaten Lombok Barat dengan 45.087 rupiah (naik 19,2 persen). Kabupaten Bima menempati peringkat terakhir dengan pengeluaran 29.085 rupiah per kapita sebulan.
Pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Lombok Utara hanya menyumbang sekitar 2,82 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.056.659 rupiah tahun 2024. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi yang mencapai 47.520 rupiah per kapita sebulan, dan jauh lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi sebesar 168.162 rupiah atau rokok dan tembakau sebesar 56.121 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan secara keseluruhan di wilayah ini adalah 20.885 rupiah, yang menunjukkan bahwa perawatan kulit menjadi bagian dari pengeluaran kecantikan yang cukup signifikan.
(Baca: Nilai Investasi PMA Sektor Pertambangan Periode 2013-2025)
Kota Mataram
Kota Mataram menjadi kabupaten/kota dengan pengeluaran per kapita sebulan tertinggi di NTB untuk kategori bukan makanan tahun 2024, sebesar 985.712 rupiah, yang mengalami pertumbuhan sebesar 16,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori makanan, pengeluarannya sebesar 883.669 rupiah (naik 11 persen), sehingga total pengeluaran makanan dan bukan makanan mencapai 1.869.381 rupiah, menempati peringkat pertama di NTB. Pengeluaran perawatan kulit kota ini juga menjadi tertinggi di provinsi, sebesar 86.379 rupiah per kapita sebulan dengan pertumbuhan 3,1 persen, yang menunjukkan bahwa masyarakat Kota Mataram memiliki daya beli yang lebih tinggi untuk barang jasa kecantikan dibandingkan wilayah lain di NTB.
Kabupaten Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat menempati peringkat kedua di NTB untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan tahun 2024, sebesar 1.829.377 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 859.991 rupiah dengan pertumbuhan 23,3 persen, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 969.386 rupiah (naik 10,7 persen), yang menjadi tertinggi di provinsi untuk kategori makanan. Pengeluaran perawatan kulit wilayah ini sebesar 70.637 rupiah per kapita sebulan dengan pertumbuhan 8,5 persen, menempati peringkat kedua di NTB, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayah ini juga berdampak pada peningkatan pengeluaran untuk kecantikan.
Kota Bima
Kota Bima menempati peringkat ketiga di NTB untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan tahun 2024, sebesar 1.573.935 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 764.758 rupiah dengan pertumbuhan 4,9 persen, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 809.177 rupiah (naik 14,9 persen). Pengeluaran perawatan kulit kota ini sebesar 51.286 rupiah per kapita sebulan dengan pertumbuhan 9,3 persen, menempati peringkat ketiga di NTB. Pertumbuhan pengeluaran makanan yang cukup tinggi menunjukkan bahwa masyarakat Kota Bima masih fokus pada kebutuhan dasar, namun juga mulai meningkatkan pengeluaran untuk kecantikan.
Kabupaten Lombok Timur
Kabupaten Lombok Timur menempati peringkat kelima di NTB untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan tahun 2024, sebesar 1.234.845 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 462.008 rupiah dengan pertumbuhan 8,3 persen, sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 772.837 rupiah (naik 7,2 persen). Pengeluaran perawatan kulit wilayah ini sebesar 30.367 rupiah per kapita sebulan dengan penurunan 27,1 persen, menempati peringkat kedelapan di NTB. Penurunan yang signifikan pada pengeluaran perawatan kulit ini mungkin disebabkan oleh pergeseran prioritas pengeluaran masyarakat ke kebutuhan dasar lainnya.