Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Bandung Barat pada tahun 2024 sebesar 34.304 rupiah. Angka ini mengalami penurunan sebesar 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluaran pada tahun 2023 sebesar 38.680 rupiah. Selisih pengeluaran perawatan kulit dengan tahun sebelumnya mencapai minus 4.375,6 rupiah per kapita sebulan. Informasi ini diolah dari data Susenas.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bengkulu 2015 - 2024)
Pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Bandung Barat mengalami fluktuasi selama tujuh tahun terakhir. Pada tahun 2018, pengeluaran sebesar 27.926 rupiah, lalu sedikit menurun menjadi 26.276 rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020, pengeluaran naik menjadi 28.729 rupiah, kemudian mengalami kenaikan signifikan hingga 35.961 rupiah pada tahun 2021. Pengeluaran terus naik hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2022 sebesar 42.839 rupiah, sebelum sedikit menurun pada tahun 2023 dan kembali menurun pada tahun 2024.
Berdasarkan data BPS, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Bandung Barat hanya menyumbang sekitar 12,85 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa sebesar 266.946 rupiah. Pengeluaran untuk perawatan kulit juga sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan sebesar 25.469 rupiah, namun jauh lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi sebesar 179.317 rupiah dan rokok serta tembakau sebesar 123.718 rupiah. Pengeluaran untuk sabun mandi sebesar 53.724 rupiah juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran perawatan kulit.
Kabupaten Bandung Barat menempati peringkat ke-26 di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Barat untuk pengeluaran perawatan kulit pada tahun 2024. Di tingkat pulau Jawa, kabupaten ini berada di peringkat ke-109, dan di tingkat nasional berada di peringkat ke-460. Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Barat, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Bandung Barat lebih rendah dibandingkan Kota Banjar (43.662 rupiah) dan Kabupaten Kuningan (44.955 rupiah), namun sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Garut (33.994 rupiah).
Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di Jawa Barat pada tahun 2024 adalah Kota Bekasi (188.344 rupiah), Kota Depok (140.716 rupiah), Kota Bogor (133.919 rupiah), Kota Bandung (125.413 rupiah), dan Kota Cimahi (101.905 rupiah). Kota Bekasi mengalami pertumbuhan pengeluaran sebesar 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan Kota Depok mengalami penurunan sebesar 11,4 persen. Kota Bogor mengalami penurunan signifikan sebesar 17,7 persen, sedangkan Kota Bandung mengalami kenaikan sebesar 16 persen. Semua lima kabupaten/kota ini tetap mempertahankan peringkat teratas di Jawa Barat untuk kategori pengeluaran perawatan kulit.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau di Kab. Konawe 2018 - 2024)
Kota Bekasi
Kota Bekasi memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 1.908.316 rupiah pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan sebesar 22,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di kota ini sebesar 3.132.705 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 9,4 persen. Pengeluaran untuk makanan sebesar 1.224.388 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 21,3 persen. Kota Bekasi menempati peringkat pertama di Jawa Barat untuk ketiga kategori pengeluaran ini, menunjukkan daya beli masyarakat yang tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi.
Kota Depok
Kota Depok memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 1.674.594 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sebesar 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 2.823.253 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 3,6 persen. Pengeluaran untuk makanan sebesar 1.148.659 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 9 persen. Kota Depok menempati peringkat kedua di Jawa Barat untuk ketiga kategori pengeluaran ini, hanya berada di bawah Kota Bekasi dalam hal nilai pengeluaran.
Kota Bogor
Kota Bogor memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 1.561.420 rupiah pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan sebesar 50,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 2.470.586 rupiah, mengalami penurunan sebesar 15,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 909.166 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 21 persen. Kota Bogor menempati peringkat ketiga di Jawa Barat untuk pengeluaran bukan makanan dan total, namun peringkat keenam untuk pengeluaran makanan.
Kota Bandung
Kota Bandung memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 1.382.176 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sebesar 12,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 2.378.240 rupiah, mengalami penurunan sebesar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 996.064 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 17,7 persen. Kota Bandung menempati peringkat keempat di Jawa Barat untuk pengeluaran bukan makanan dan total, serta peringkat ketiga untuk pengeluaran makanan.