Pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Brebes pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp53.628 per kapita per bulan, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas. Terjadi penurunan sebesar 6.3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara historis, pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Brebes mengalami fluktuasi. Dimulai dari Rp42.594 pada tahun 2018, sempat mengalami penurunan menjadi Rp38.710 pada tahun 2019. Kemudian naik menjadi Rp41.418 pada tahun 2020, dan mencapai Rp50.652 pada tahun 2021. Sempat turun di tahun 2022 menjadi Rp45.962, lalu kembali naik signifikan menjadi Rp57.231 pada tahun 2023, sebelum akhirnya kembali sedikit menurun di tahun 2024.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kabupaten Pati)
Pengeluaran untuk sabun mandi ini merupakan bagian kecil dari total pengeluaran masyarakat Kabupaten Brebes. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa mencapai Rp183.771, sedangkan untuk makanan jadi mencapai Rp223.384. Pengeluaran untuk sabun mandi ini lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan yang hanya Rp28.900, namun lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk perawatan sebesar Rp44.797 dan rokok serta tembakau sebesar Rp116.542.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah, Kabupaten Brebes berada di peringkat 20 untuk pengeluaran sabun mandi pada tahun 2024. Kota Semarang menduduki peringkat pertama dengan pengeluaran sebesar Rp92.921, diikuti Kota Salatiga dengan Rp89.800 dan Kota Surakarta dengan Rp79.570. Secara nasional, Kabupaten Brebes berada di peringkat 336.
Beberapa kabupaten/kota dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di Jawa Tengah antara lain Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kota Tegal, dan Kabupaten Pati. Kota Semarang mencatatkan pengeluaran sebesar Rp92.921 dengan pertumbuhan 15.6% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Salatiga mencatatkan pengeluaran Rp89.800, sedikit menurun sebesar 1.9%. Kota Surakarta dengan pengeluaran Rp79.570 atau menurun 6.4%. Kota Tegal memiliki pengeluaran Rp78.972 dengan penurunan 4.7% dan Kabupaten Pati dengan pengeluaran Rp69.132 atau lebih rendah 14.2%. Peringkat kabupaten/kota ini masih sama seperti tahun sebelumnya.
Rata-rata pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Brebes selama tiga tahun terakhir (2022-2024) adalah Rp52.274. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran selama lima tahun terakhir (2018-2022) yaitu Rp43.827, mengindikasikan adanya pertumbuhan pengeluaran untuk sabun mandi dalam jangka panjang.
(Baca: 0,02% Penduduk di Kabupaten Pemalang Beraliran Kepercayaan)
Pengeluaran tertinggi untuk sabun mandi di Kabupaten Brebes terjadi pada tahun 2023 sebesar Rp57.231. Penurunan sedikit pada tahun 2024 tidak dapat dikatakan sebagai anomali karena masih berada di atas rata-rata pengeluaran selama lima tahun terakhir.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rerata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Semarang sebesar Rp2.237.782 pada tahun 2024, mengalami peningkatan 14,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Salatiga mencatatkan penurunan 10,9% dengan nilai Rp2.126.512. Sementara Kota Surakarta justru turun 12,4% menjadi Rp1.702.178. Kota Magelang mengalami stagnansi dengan nilai Rp1.670.216. Kota Tegal menunjukkan penurunan tajam sebesar 26,5% menjadi Rp1.489.703.
Kota Semarang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total rerata pengeluaran bukan makanan di Kota Semarang sebesar Rp1.322.997 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan 12,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menempatkan Kota Semarang pada peringkat tertinggi di antara kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Kota Salatiga
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total rerata pengeluaran bukan makanan di Kota Salatiga sebesar Rp1.315.195 pada tahun 2024, mengalami penurunan sebesar 14,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, Kota Salatiga tetap berada di urutan kedua tertinggi di antara kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Kota Magelang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total rerata pengeluaran bukan makanan di Kota Magelang sebesar Rp980.996 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan 1,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menempatkan Kota Magelang pada urutan ketiga tertinggi di antara kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Kota Surakarta
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total rerata pengeluaran bukan makanan di Kota Surakarta sebesar Rp942.391 pada tahun 2024, mengalami penurunan 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan, Kota Surakarta tetap berada di urutan keempat tertinggi di antara kabupaten/kota di Jawa Tengah.