Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kota Bontang pada 2024 tercatat sebesar Rp332.118 per kapita per bulan, meningkat 0.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas Badan Pusat Statistik (BPS).
Jika dilihat dari data historis, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kota Bontang mengalami fluktuasi selama periode 2018-2024. Sempat mengalami penurunan sebesar 1.8% pada 2019, kemudian melonjak tajam sebesar 29.4% pada 2020 menjadi Rp400.667 per kapita per bulan. Namun, pada 2021 kembali mengalami penurunan signifikan sebesar 27.1%, sebelum akhirnya kembali menunjukkan tren kenaikan meski tidak signifikan hingga 2024.
(Baca: Harga Timah Naik Menjadi US$55.450 per Ton per Senin, 26 Januari 2026)
Pada 2024, Kota Bontang menempati peringkat ke-3 di antara kabupaten/kota se-Kalimantan Timur dalam hal pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi. Posisi ini berada di bawah Kota Balikpapan dan Kota Samarinda. Secara nasional, Kota Bontang berada di peringkat ke-37.
Sebagai perbandingan, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kota Balikpapan pada 2024 mencapai Rp397.509 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 12.3% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Kota Samarinda mencatatkan pengeluaran sebesar Rp369.791 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5.4%. Kabupaten Kutai Barat mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu 22.7% dengan nilai Rp295.303, sedangkan Kabupaten Mahakam Hulu mengalami penurunan terbesar yaitu -27.3% dengan nilai Rp173.809.
Berdasarkan data BPS, pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa di Kota Bontang adalah Rp436.368. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 76% dari total pengeluaran tersebut. Selain itu, masyarakat Kota Bontang juga mengalokasikan pengeluaran untuk kecantikan (Rp76.592), perawatan (Rp116.387), rokok dan tembakau (Rp134.920), serta sabun mandi (Rp113.466).
Kota Balikpapan
Kota Balikpapan mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.441.412 pada 2024, tumbuh 22.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, pengeluaran bukan makanan berada pada angka Rp1.175.043,76. Pertumbuhan ini mengantarkan Balikpapan menduduki peringkat pertama di Kalimantan Timur dalam kategori ini.
(Baca: Harga Aluminium Naik Menjadi US$3195.5 per Ton per Senin, 26 Januari 2026)
Kota Samarinda
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Samarinda pada 2024 adalah Rp941.016, meningkat 12.6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, besar pengeluaran adalah Rp835.998,97. Peningkatan ini menempatkan Samarinda pada peringkat ke-5 di antara kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Kabupaten Kutai Timur
Kabupaten Kutai Timur menunjukkan angka pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar Rp2.163.803 pada 2024, mengalami penurunan 15.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, besar pengeluaran mencapai Rp2.567.498. Penurunan ini menyebabkan Kutai Timur berada di peringkat ke-3 se-Kalimantan Timur.