Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa per kapita sebulan di Kabupaten Blitar pada tahun 2024 sebesar 178.746 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 191.075 rupiah per kapita sebulan. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya mencapai minus 12.329 rupiah per kapita sebulan. Pengeluaran ini mencakup berbagai kategori seperti kecantikan, makanan jadi, perawatan, rokok dan tembakau, serta sabun mandi, dengan rata-rata pengeluaran tertinggi untuk makanan jadi sebesar 174.226 rupiah per kapita sebulan.
(Baca: Jumlah Subscriber Youtuber dengan Pertumbuhan Tertinggi 03 Jan 2026)
Berdasarkan data yang diolah dari Susenas, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Blitar mengalami tren naik selama enam tahun sebelum 2024. Tahun 2018, pengeluaran masih sebesar 132.137 rupiah, lalu naik sedikit menjadi 133.293 rupiah pada 2019, 139.292 rupiah pada 2020, 159.910 rupiah pada 2021, 171.034 rupiah pada 2022, dan mencapai pengeluaran tertinggi pada 2023 sebesar 191.075 rupiah sebelum turun pada 2024. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan peningkatan sebesar 14,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di tingkat provinsi Jawa Timur, Kabupaten Blitar menempati peringkat ke-31 untuk pengeluaran aneka barang dan jasa per kapita sebulan pada tahun 2024. Peringkat ini berada di bawah Kabupaten Madiun (peringkat ke-30) dan di atas Kabupaten Trenggalek (peringkat ke-32). Di tingkat pulau Jawa, Kabupaten Blitar berada di peringkat ke-103, sedangkan di seluruh Indonesia menempati peringkat ke-395.
Berdasarkan data perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Timur, lima kabupaten/kota dengan pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi pada 2024 adalah Kota Surabaya (723.548 rupiah, pertumbuhan 18,9 persen), Kota Madiun (444.047 rupiah, pertumbuhan minus 14 persen), Kota Malang (419.184 rupiah, pertumbuhan minus 15,3 persen), Kabupaten Situbondo (418.514 rupiah, pertumbuhan 67,6 persen), dan Kota Pasuruan (407.139 rupiah, pertumbuhan 6,1 persen). Semua kabupaten/kota ini berada di peringkat atas Jawa Timur untuk kategori pengeluaran ini.
Kota Surabaya
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Intan Jaya | 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Surabaya pada tahun 2024 sebesar 1.061.445 rupiah, naik sebesar 29,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 819.085 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 1.541.006 rupiah, dengan pertumbuhan 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan per kapita sebulan di Kota Surabaya pada 2024 sebesar 2.602.451 rupiah, menurun sedikit sebesar 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Surabaya menempati peringkat ke-1 di Jawa Timur untuk ketiga kategori pengeluaran ini, menunjukkan daya beli masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi.
Kota Malang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Malang pada tahun 2024 sebesar 738.690 rupiah, naik sebesar 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 1.216.228 rupiah, dengan pertumbuhan 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan per kapita sebulan di Kota Malang pada 2024 sebesar 1.954.918 rupiah, menurun sebesar 10,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Malang menempati peringkat ke-2 untuk pengeluaran bukan makanan, peringkat ke-10 untuk pengeluaran makanan, dan peringkat ke-4 untuk pengeluaran total di Jawa Timur.
Kabupaten Sidoarjo
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2024 sebesar 881.851 rupiah, naik sebesar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 1.077.404 rupiah, dengan pertumbuhan 14,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan per kapita sebulan di Kabupaten Sidoarjo pada 2024 sebesar 1.959.255 rupiah, menurun sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Sidoarjo menempati peringkat ke-4 untuk pengeluaran makanan, peringkat ke-4 untuk pengeluaran bukan makanan, dan peringkat ke-3 untuk pengeluaran total di Jawa Timur.
Kota Batu
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Batu pada tahun 2024 sebesar 767.677 rupiah, naik sebesar 14,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar 968.150 rupiah, dengan pertumbuhan 28,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan per kapita sebulan di Kota Batu pada 2024 sebesar 1.735.827 rupiah, menurun sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Batu menempati peringkat ke-8 untuk pengeluaran makanan, peringkat ke-5 untuk pengeluaran bukan makanan, dan peringkat ke-6 untuk pengeluaran total di Jawa Timur.