Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, mencapai 72.715 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan penurunan sedikit sebesar 1,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 73.588 rupiah. Selisih pengeluaran perawatan kulit dengan tahun sebelumnya adalah -873,5 rupiah, yang menjadi alasan penurunan tersebut.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Lampung 2015 - 2024)
Melihat data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di kabupaten ini mengalami fluktuasi yang cukup besar. Pada tahun 2020, terjadi kenaikan yang sangat signifikan sebesar 814,2 persen dari tahun 2019, yang menjadi anomali karena angka tersebut jauh lebih tinggi dari pertumbuhan tahun lain. Tahun 2019 sendiri mengalami penurunan sebesar 22,7 persen dari tahun 2018, sebelum lonjakan di tahun 2020. Setelah tahun 2020, pengeluaran kembali turun sebesar 80,9 persen pada tahun 2021, lalu naik secara bertahap pada tahun 2022 (16,3 persen) dan 2023 (3,7 persen), sebelum sedikit turun pada tahun 2024.
Pengeluaran perawatan kulit sebesar 72.715 rupiah pada tahun 2024 merupakan bagian dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang sebesar 321.647 rupiah. Dibandingkan dengan pengeluaran lain, pengeluaran perawatan kulit lebih tinggi dari rata-rata pengeluaran untuk kecantikan (7.357 rupiah) dan makanan jadi (46.507 rupiah), tetapi lebih rendah dari pengeluaran untuk sabun mandi (78.780 rupiah) dan rokok serta tembakau (89.216 rupiah).
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Intan Jaya menempati peringkat ke-4 dalam pengeluaran perawatan kulit di antara kabupaten/kota seprovinsi Papua Tengah pada tahun 2024. Peringkat ini masih sama seperti tahun sebelumnya, di mana tiga kabupaten lain yang berada di atasnya adalah Kabupaten Puncak Jaya (peringkat 1 dengan pengeluaran 136.628 rupiah), Kabupaten Mimika (peringkat 2 dengan 121.808 rupiah), dan Kabupaten Nabire (peringkat 3 dengan 82.509 rupiah). Dua kabupaten lain yang berada di bawahnya adalah Kabupaten Dogiyai (peringkat 5 dengan 51.913 rupiah) dan Kabupaten Paniai (peringkat 6 dengan 50.596 rupiah).
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Intan Jaya pada tahun 2024 sebesar 1.374.300 rupiah, yang menunjukkan penurunan sebesar 42,4 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini menempati peringkat ke-4 di antara kabupaten/kota seprovinsi Papua Tengah, di mana Kabupaten Puncak Jaya memiliki pengeluaran tertinggi sebesar 2.808.386 rupiah, diikuti oleh Kabupaten Mimika (1.735.786 rupiah) dan Kabupaten Nabire (1.636.282 rupiah).
(Baca: Harga Bawang Merah Ukuran Sedang (Per Kg) di Pasar Tradisional di Nusa Tenggara Timur | 2026)
Kabupaten Puncak Jaya
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Puncak Jaya pada tahun 2024 sebesar 919.773 rupiah, yang menunjukkan penurunan sebesar 21,7 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran ini menempati peringkat ke-1 di provinsi Papua Tengah, meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kabupaten ini sebesar 2.808.386 rupiah, yang juga merupakan pengeluaran tertinggi di provinsi dan mengalami penurunan sebesar 7,6 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulannya sebesar 1.888.613 rupiah, naik sebesar 5,1 persen dari tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-1 di provinsi.
Kabupaten Mimika
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Mimika pada tahun 2024 sebesar 850.183 rupiah, yang naik sebesar 12,7 persen dari tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-2 di provinsi Papua Tengah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.735.786 rupiah, menurun sebesar 21,9 persen dari tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-2 di provinsi. Pengeluaran makanan per kapita sebulannya sebesar 885.603 rupiah, naik sebesar 16,4 persen dari tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-3 di provinsi.
Kabupaten Nabire
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Nabire pada tahun 2024 sebesar 840.637 rupiah, yang naik sebesar 23,8 persen dari tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-3 di provinsi Papua Tengah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.636.282 rupiah, menurun sebesar 9,7 persen dari tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-3 di provinsi. Pengeluaran makanan per kapita sebulannya sebesar 795.645 rupiah, naik sebesar 8,1 persen dari tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-4 di provinsi.
Kabupaten Dogiyai
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Dogiyai pada tahun 2024 sebesar 373.359 rupiah, yang naik sebesar 28,7 persen dari tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-5 di provinsi Papua Tengah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.012.247 rupiah, menurun sebesar 3,1 persen dari tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-6 di provinsi. Pengeluaran makanan per kapita sebulannya sebesar 638.889 rupiah, naik sebesar 151,9 persen dari tahun sebelumnya dan menempati peringkat ke-6 di provinsi.