Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Subulussalam pada tahun 2024 mencapai 131.739 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 18 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 160.672 rupiah. Sepanjang periode 2018 sampai 2024, pengeluaran ini mengalami kenaikan secara bertahap hingga mencapai nilai tertinggi pada tahun 2023 sebelum kemudian turun cukup besar pada tahun terakhir.
(Baca: Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Jawa Timur Tertinggi pada 2025)
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, pengeluaran masyarakat Kota Subulussalam untuk kategori ini tercatat mengalami kenaikan pada lima tahun berturut-turut mulai tahun 2018. Pada tahun 2019 naik sebesar 5,2 persen, tahun 2020 naik sedikit sebesar 3,2 persen, tahun 2021 naik sedikit sebesar 1,6 persen, dan terjadi kenaikan paling besar pada tahun 2022 sebesar 28,3 persen. Kenaikan pada tahun 2022 menjadi satu-satunya peningkatan di atas 10 persen sepanjang periode pengamatan.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Aceh, Kota Subulussalam berada di peringkat ke 22 dari total 23 kabupaten dan kota di wilayah tersebut untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Hanya Kabupaten Simeulue yang mencatat nilai pengeluaran lebih rendah dibandingkan Kota Subulussalam. Secara nasional, wilayah ini berada di peringkat 415 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, sedangkan secara tingkat pulau Sumatera berada di peringkat 137.
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas menunjukkan bahwa pengeluaran makanan dan minuman jadi di Kota Subulussalam hanya mencakup sekitar 12,5 persen dari total pengeluaran per kapita per bulan seluruh kategori yang mencapai 1.033.067 rupiah. Nilai ini juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 146.151 rupiah per kapita per bulan, serta masih di bawah pengeluaran untuk sabun mandi, perawatan, dan aneka barang jasa.
Untuk perbandingan dengan wilayah lain di Aceh, Kota Banda Aceh tercatat memiliki pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi pada tahun 2024 sebesar 447.005 rupiah dengan pertumbuhan naik sebesar 9,3 persen. Disusul Kabupaten Nagan Raya dengan nilai 381.961 rupiah, Kota Sabang 339.726 rupiah, Kota Lhokseumawe 291.914 rupiah, dan Kabupaten Aceh Jaya 289.551 rupiah. Seluruh lima wilayah teratas ini mencatat nilai pengeluaran lebih dari dua kali lipat nilai yang dicapai Kota Subulussalam.
Kota Banda Aceh
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bengkulu 2025)
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Banda Aceh secara konsisten menempati peringkat pertama seprovinsi Aceh untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita per bulan gabungan makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 2.671.363 rupiah, naik sebesar 15,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan saja mencapai 1.545.872 rupiah per kapita, angka ini hampir 15 kali lipat nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi Kota Subulussalam.
Kabupaten Nagan Raya
Kabupaten Nagan Raya menempati peringkat kedua se-Aceh untuk total pengeluaran masyarakat, meskipun pada tahun 2024 mengalami penurunan sedikit sebesar 11,2 persen menjadi 1.899.607 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga menjadi satu-satunya daerah selain Kota Banda Aceh yang memiliki total pengeluaran di atas 1,8 juta rupiah. Pengeluaran untuk kategori makanan saja di Kabupaten Nagan Raya mencapai 1.154.220 rupiah, angka ini bahkan melebihi total pengeluaran keseluruhan masyarakat Kota Subulussalam.
Kota Lhokseumawe
Kota Lhokseumawe menempati peringkat ketiga seprovinsi Aceh untuk total pengeluaran masyarakat pada tahun 2024 dengan nilai 1.828.454 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 13,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi diantara kota besar di Aceh. Pengeluaran bukan makanan di Kota Lhokseumawe mencapai 979.757 rupiah, angka ini tumbuh sebesar 23,6 persen dan menjadi pertumbuhan tertinggi untuk kategori tersebut di seluruh wilayah Aceh tahun 2024.
Kota Sabang
Kota Sabang menempati peringkat keempat untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024, meskipun mengalami penurunan untuk total pengeluaran keseluruhan sebesar 4,9 persen. Total pengeluaran masyarakat Kota Sabang pada tahun 2024 tercatat 1.753.609 rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran untuk kategori makanan di wilayah ini mencapai 936.131 rupiah, tumbuh sedikit sebesar 2 persen, sedangkan pengeluaran bukan makanan justru turun sebesar 11,7 persen dibandingkan tahun 2023.