Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan semester 2025 sebesar 10,08 persen. Angka ini turun 0,6 poin dibanding tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 1.960 jiwa dari total 41.540 jiwa pada 2024.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Papua Barat Desember 2025: Naik Jadi Rp.831 Ribu per Kapita/Bulan)
Sepanjang periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat tertinggi pada 2004 sebesar 18,16 persen, dan terendah tercapai pada tahun 2025. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar terjadi pada 2013 dengan kenaikan 10,01 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada 2007 sebesar 11,85 persen.
Ranking persentase kemiskinan wilayah ini berada di urutan 216 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, serta urutan 51 di seluruh wilayah Pulau Sumatera. Dalam 20 tahun terakhir, posisi ranking nasional wilayah ini pernah bergeser hingga 87 tingkatan dari posisi 271 pada 2010 hingga posisi 184 pada 2004 dan 2020.
Kabupaten Empat Lawang
Berada di peringkat 196 nasional untuk persentase kemiskinan, mencatat angka 10,48 persen dengan penurunan sedikit sebesar 2,78 persen dibanding tahun lalu. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 440,41 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 21,15 juta rupiah per tahun yang tumbuh 8,76 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 27.880 jiwa, lebih rendah sebanyak 11.700 jiwa dibandingkan Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Kota Lubuk Linggau
Menempati peringkat 195 nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka 10,49 persen, mengalami penurunan sebesar 5,83 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan wilayah ini mencapai 632,78 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tercatat 37,69 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,37 persen. Terdapat 26.350 jiwa penduduk miskin di wilayah kota ini.
(Baca: 10,14% Penduduk di Kabupaten Bombana Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Muara Enim
Persentase kemiskinan tercatat 9,45 persen dengan peringkat 237 nasional, mengalami penurunan sebesar 3,47 persen. Wilayah ini memiliki pendapatan per kapita sangat tinggi yakni 197,85 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,65 persen, serta garis kemiskinan sebesar 512,44 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin mencapai 64.820 jiwa, merupakan jumlah tertinggi di kelompok wilayah perbandingan ini.
Kabupaten Musi Banyuasin
Mencatat penurunan persentase kemiskinan terbesar di kelompok ini sebesar 22,59 persen menjadi 9,97 persen, berada di peringkat 222 nasional. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 150,06 juta rupiah per tahun tumbuh 5,58 persen, dengan garis kemiskinan sebesar 627,09 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin tercatat 69.610 jiwa pada tahun 2025.
Kabupaten Ogan Ilir
Memiliki persentase kemiskinan tertinggi di kelompok wilayah perbandingan ini sebesar 11,69 persen dengan peringkat 155 nasional, mengalami penurunan 4,96 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 614,66 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 37,00 juta rupiah per tahun yang tumbuh 5,65 persen. Terdapat 53.210 jiwa penduduk miskin di wilayah ini.
Kota Prabumulih
Berada di peringkat 232 nasional dengan persentase kemiskinan 9,75 persen, mengalami penurunan sebesar 3,75 persen dibanding tahun sebelumnya. Wilayah ini memiliki garis kemiskinan tertinggi di kelompok ini yakni 687,67 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 55,06 juta rupiah per tahun yang tumbuh 6,27 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat paling rendah yaitu 19.890 jiwa.