Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester 2025 untuk Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Persentase penduduk miskin berada di angka 10,08 persen, turun 0,60 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini merupakan penurunan sebesar 5,62 persen, dengan total penduduk miskin tercatat 39.580 jiwa dari total penduduk 392.778 jiwa di wilayah ini.
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2004 sebesar 18,16 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Peningkatan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 10,01 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi tahun 2007 sebesar 11,85 persen.
(Baca: Inflasi Tahunan Kota Palu Agustus 2026 Mencapai 2,61%)
Secara peringkat nasional, Kabupaten Ogan Komering Ulu saat ini menempati urutan 216 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 10,74 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 11,09 persen. Hal ini menunjukkan penurunan angka kemiskinan berlanjut secara konsisten dalam lima tahun terakhir.
Berikut perbandingan data dengan kabupaten tetangga yang memiliki tingkat kemiskinan berdekatan di Provinsi Sumatera Selatan:
Kabupaten Empat Lawang
Berada di peringkat 196 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 10,48 persen. Wilayah ini memiliki 27.880 jiwa penduduk miskin dari total 265.971 jiwa penduduk. Garis kemiskinan berada di angka 440,41 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 21,15 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan turun sedikit sebesar 2,78 persen pada tahun terakhir.
Kota Lubuk Linggau
Peringkat 195 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,49 persen. Terdapat 26.350 jiwa penduduk miskin dari 251.116 total penduduk wilayah ini. Garis kemiskinan mencapai 632,78 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 37,69 juta rupiah per tahun. Angka kemiskinan turun sebesar 5,83 persen pada periode tercatat.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kabupaten Seram Bagian Timur untuk Membeli Pepaya Rp748 per Kapita per Minggu)
Kabupaten Muara Enim
Menempati peringkat 237 nasional dengan persentase kemiskinan 9,45 persen. Wilayah ini memiliki 64.820 jiwa penduduk miskin dari total penduduk 685.993 jiwa, menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbesar dalam kelompok perbandingan ini. Pendapatan per kapita mencapai 197,85 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan tercatat 512,44 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Musi Banyuasin
Peringkat 222 nasional, persentase kemiskinan sebesar 9,97 persen. Wilayah ini mencatat penurunan angka kemiskinan terbesar yaitu 22,59 persen pada tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 150,06 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 627,09 ribu rupiah per kapita per bulan. Terdapat 69.610 jiwa penduduk miskin dari total 698.176 jiwa penduduk.
Kabupaten Ogan Ilir
Berada di peringkat 155 nasional dengan persentase kemiskinan 11,69 persen, merupakan angka tertinggi dalam kelompok wilayah perbandingan ini. Terdapat 53.210 jiwa penduduk miskin dari total 455.042 jiwa penduduk. Garis kemiskinan tercatat 614,66 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 37,00 juta rupiah per tahun.
Kota Prabumulih
Menempati peringkat 232 nasional dengan persentase kemiskinan 9,75 persen. Wilayah ini memiliki angka garis kemiskinan tertinggi yaitu 687,67 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 55,06 juta rupiah per tahun, dengan 19.890 jiwa penduduk miskin dari total 203.882 jiwa penduduk wilayah ini.