15.563 Titik Panas Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Jumat, 4 September 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 04/09/2026 11:01 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 15.563 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 982 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Jumat (4/9/2026) pukul 11.36 WIB. Dari 15.563 titik panas terdeteksi, 1157 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 13863 titik skala sedang, dan 543 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Indikasi Luas Karhutla di Provinsi Kalimantan Barat 2016-2025)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Tengah sebanyak 4894 titik. Kalimantan Barat menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 3684 titik. Sumatera Selatan berada di posisi ketiga sebanyak 1624 titik panas.

Sebanyak 712 titik panas terdeteksi di Kalimantan Timur, Papua Selatan menyusul dengan 523 titik panas, serta Maluku dan Kalimantan Selatan masing-masing memiliki 464 dan 453 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Jumlah Titik Panas Karhutla di Indonesia Melonjak pada Agustus 2026)

Data Pasar

Macro update by
04 September 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Agu) 3,19% +0.31
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.641 -0.08
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jul) 121,90 -127.06
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...