- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Georgia tahun 2024 tercatat pada nilai 0,88 unit. Angka ini mengalami kenaikan tipis sebesar 1,38% dibanding tahun 2023 yang hanya tercatat 0,87 unit. Selama tiga tahun terakhir yaitu 2022, 2023 dan 2024, nilai PDB PPP Georgia hanya bergerak sangat terbatas, stagnan di kisaran 0,87 hingga 0,88 unit tanpa adanya lonjakan pertumbuhan yang signifikan.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Georgia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
International Monetary Fund (IMF) mencatat rata-rata pertumbuhan PDB PPP Georgia selama tiga tahun terakhir berada di angka 0,53% per tahun. Angka ini jauh lebih buruk dibanding rata-rata lima tahun terakhir yang mencapai 2,05% per tahun, dan juga lebih rendah dibanding rata-rata 10 tahun terakhir yang tercatat sebesar 1,97% per tahun. Penurunan performa pertumbuhan ini terjadi akibat kontraksi ekonomi pada tahun 2023 turun 0,69%, yang berarti seluruh output ekonomi riil negara mengalami penyusutan selama satu tahun penuh.
International Monetary Fund (IMF) mencatat dalam 10 tahun terakhir, pertumbuhan tertinggi PDB PPP Georgia terjadi pada tahun 2021 dengan angka 8,66% yang merupakan pemulihan pasca krisis pandemi. Sementara pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2019 turun 1,73%, sebelum akhirnya terjadi stagnasi nol persen pada tahun 2020. Anomali terjadi pada periode 2022 hingga 2024, dimana selama tiga tahun berturut-turut nilai PDB PPP hampir tidak berubah sama sekali, sebuah kondisi yang tidak pernah terjadi dalam satu dekade sebelumnya.
International Monetary Fund (IMF) mencatat peringkat PDB PPP Georgia di kawasan Asia tetap berada di urutan ke-21 sepanjang 10 tahun terakhir. Tidak ada perubahan peringkat sama sekali baik pada tahun 2023 maupun tahun 2024, meskipun telah terjadi pergerakan pertumbuhan pada negara lain di kawasan yang sama. Posisi ini menempatkan Georgia berada di bawah Tajikistan dan di atas Siprus dalam daftar peringkat kawasan Asia.
International Monetary Fund (IMF) merilis proyeksi PDB PPP Georgia hingga tahun 2030 yang menunjukkan kenaikan bertahap. Proyeksi pertumbuhan tahunan berada di kisaran 1,23% hingga 1,72% per tahun, dengan nilai yang diproyeksikan mencapai 0,963 unit pada akhir dekade. Jika proyeksi ini tercapai, kondisi ekonomi Georgia akan mengalami perbaikan perlahan dibanding periode stagnasi tiga tahun terakhir, namun tetap tidak akan kembali ke tingkat pertumbuhan yang dicapai sebelum tahun 2022.
(Baca: Jumlah Perceraian Jambi 230 Kasus Data per 2024)
International Monetary Fund (IMF) membandingkan performa Georgia dengan negara lain di kawasan Asia, dimana Azerbaijan tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan PDB PPP terburuk dalam tiga tahun terakhir dengan angka kontraksi turun 3,89%. Posisi Georgia masih berada 2 peringkat di atas Azerbaijan, namun tetap jauh di bawah rata-rata pertumbuhan kawasan. Dalam nilai PDB PPP tahun terakhir, Georgia juga masih berada di bawah sebagian besar negara ex-Uni Soviet di kawasan Asia Tengah.
Sepanjang periode pengamatan, fluktuasi pertumbuhan PDB PPP Georgia diartikan sebagai pergerakan yang sangat landai setelah tahun 2021, tidak ada lonjakan positif ataupun penurunan tajam yang berarti. Kondisi stagnan ini menunjukkan bahwa ekonomi Georgia belum mampu memicu pertumbuhan struktural pasca pemulihan pandemi, dan masih bergantung pada faktor eksternal yang belum stabil hingga pertengahan dekade 2020.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.864 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |