- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli Georgia tahun 2024 tercatat pada angka 0,88 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan tipis sebesar 1,15% dibanding posisi akhir tahun 2023 yang berada di angka 0,87 unit. Selama tiga tahun terakhir yakni 2022, 2023 dan 2024, nilai indikator ini hanya bergerak pada rentang 0,87 hingga 0,88 unit, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata hanya 0,53 persen.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Georgia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di Lampung | 2025)
Jika dibandingkan periode lima tahun terakhir mulai 2020, rata-rata pertumbuhan tahunan indikator ini berada di angka 1,97 persen. Angka ini menunjukkan bahwa performa tiga tahun terakhir secara pertumbuhan lebih buruk dibandingkan rata-rata lima tahun sebelumnya. Selama kurun waktu 10 tahun data yang tersedia, pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan lonjakan 9,1 persen, sementara titik terendah tercatat pada tahun 2019 dengan kontraksi sebesar 1,73 persen.
Kontraksi yang terjadi pada tahun 2019 berarti nilai PDB PPP Georgia mengalami penurunan absolut dibandingkan tahun sebelumnya, bukan hanya perlambatan laju pertumbuhan. Satu-satunya anomali yang tercatat dalam 10 tahun terakhir adalah stagnansi nilai selama 3 tahun berturut-turut pada angka 0,87 unit di periode 2021 hingga 2023, yang sebelumnya tidak pernah terjadi pada periode manapun sebelum tahun 2021.
Sepanjang seluruh periode data historis yang dicatat, peringkat PDB PPP Georgia di kawasan Asia tetap berada di posisi 21. Tidak terjadi perubahan kenaikan maupun penurunan peringkat sejak tahun 2015 hingga data 2024 terbaru. Posisi ini membuat Georgia berada tepat di atas Siprus dan di bawah Turkmenistan dalam urutan nilai indikator yang sama di kawasan.
Berdasarkan perbandingan dengan negara lain di kawasan, pertumbuhan PDB PPP Georgia tahun 2024 sebesar 1,38 persen berada di bawah rata-rata negara dengan nilai serupa. Sebagai perbandingan, Kazakhstan yang berada satu peringkat di atas Georgia mencatat pertumbuhan 4,83 persen, sementara Armenia mencatat kontraksi sebesar 1,28 persen pada tahun yang sama.
(Baca: PDRB ADHK Pengeluaran LNPRT di Sumatera Selatan | 2025)
IMF juga merilis proyeksi PDB PPP Georgia untuk periode 2025 hingga 2030. Berdasarkan proyeksi tersebut, nilai indikator akan terus naik secara konsisten dengan laju pertumbuhan tahunan antara 1,23 persen hingga 1,72 persen. Laju pertumbuhan proyeksi ini sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, namun masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan lima tahun lalu.
Apabila proyeksi berjalan sesuai perkiraan, kondisi ekonomi berdasarkan indikator ini tidak akan mengalami perbaikan signifikan maupun penurunan drastis dalam 6 tahun ke depan. Tidak ada proyeksi lonjakan pertumbuhan seperti yang terjadi pada tahun 2021, begitu juga tidak ada indikasi akan terjadi kontraksi seperti yang tercatat pada tahun 2019.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.959 | +0.19 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |