Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Maluku Tengah pada tahun 2025 mencapai 72607 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 28 persen dibandingkan tahun 2024, menjadi pengeluaran tertinggi sepanjang periode data 2018 hingga 2025 untuk wilayah ini. Kenaikan pada tahun terakhir merupakan lonjakan terbesar setelah sebelumnya pada tahun 2024 tercatat pengeluaran sedikit turun sebesar 2,8 persen dari tahun 2023.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Barat Daya 2025)
Berdasarkan catatan historis, selama 8 tahun pengamatan pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun yang tajam. Pada tahun 2020 sempat tercatat kenaikan 57,7 persen menjadi 70931 rupiah, lalu langsung turun sebesar 35 persen pada tahun 2021 menjadi 46089 rupiah. Nilai pengeluaran terendah tercatat pada tahun 2019 yaitu sebesar 44988 rupiah per kapita per bulan. Rata-rata pengeluaran lima tahun terakhir mencapai 57489 rupiah, sehingga nilai tahun 2025 tercatat 26 persen lebih tinggi dari rata-rata periode tersebut.
Pengeluaran untuk perawatan kulit pada tahun 2025 menyumbang sekitar 25,6 persen dari total pengeluaran kecantikan per kapita, dan sekitar 4,8 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa masyarakat Kabupaten Maluku Tengah. Nilai ini juga setara dengan 47,4 persen pengeluaran untuk sabun mandi, serta 68,5 persen dari pengeluaran masyarakat untuk rokok dan tembakau per kapita setiap bulannya.
Pada tingkat provinsi Maluku, Kabupaten Maluku Tengah menempati urutan kedua tertinggi untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2025. Hanya Kota Ambon yang mencatat pengeluaran lebih tinggi yaitu sebesar 116124 rupiah dengan pertumbuhan 13,1 persen. Di urutan ketiga berada Kabupaten Seram Bagian Barat dengan nilai 71634 rupiah, disusul Kabupaten Maluku Tenggara 70945 rupiah dan Kabupaten Buru 68596 rupiah. Pada skala nasional, wilayah ini berada di peringkat 138 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Kota Ambon
Kota Ambon secara konsisten menempati peringkat pertama seluruh kabupaten kota di Provinsi Maluku untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2025 total pengeluaran per kapita per bulan gabungan makanan dan bukan makanan mencapai 2122581 rupiah, tumbuh 8,2 persen dari tahun sebelumnya. Untuk kategori bukan makanan saja, warga Kota Ambon mengeluarkan rata-rata 1245745 rupiah setiap bulan, atau hampir dua kali lipat dari rata-rata pengeluaran kabupaten peringkat terbawah di provinsi ini.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Riau 2025: Kenaikan Jadi Rp1,61 Juta per Bulan)
Kabupaten Buru
Kabupaten Buru menempati urutan ketiga untuk total pengeluaran masyarakat seluruh kategori di Provinsi Maluku tahun 2025. Total pengeluaran per kapita mencapai 1514047 rupiah per bulan, dengan pertumbuhan 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk kategori makanan di wilayah ini tumbuh 3,2 persen menjadi 730225 rupiah, sedangkan kategori bukan makanan mencatat kenaikan jauh lebih tinggi sebesar 21,5 persen menjadi 783822 rupiah setiap bulan per orang.
Kota Tual
Kota Tual menempati urutan keempat untuk total pengeluaran masyarakat di Provinsi Maluku tahun 2025 dengan nilai total 1341377 rupiah per kapita per bulan. Berbeda dengan sebagian besar wilayah lain, Kota Tual mencatat sedikit penurunan sebesar 0,2 persen untuk total pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan turunnya pengeluaran kategori bukan makanan sebesar 2 persen, sementara pengeluaran makanan masih tumbuh sedikit sebesar 1,6 persen pada periode yang sama.
Kabupaten Maluku Tenggara
Kabupaten Maluku Tenggara berada di urutan keenam untuk total pengeluaran masyarakat seluruh kategori di Provinsi Maluku tahun 2025 dengan nilai 1242962 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 0,9 persen, dengan penurunan signifikan pada kategori pengeluaran makanan sebesar 8,5 persen. Sementara itu pengeluaran untuk bukan makanan justru tumbuh 11,9 persen, menunjukkan pergeseran pola konsumsi masyarakat di wilayah ini.