Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2024 mencapai 55755 rupiah. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 82.4% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 30562 rupiah. Selisih pengeluaran perawatan kulit dengan tahun sebelumnya mencapai 25192 rupiah, menjadi kenaikan terbesar dalam periode tujuh tahun terakhir.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua 2015 - 2024)
Pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Pasaman Barat menyumbang sekitar 22% dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk semua barang dan jasa (253253 rupiah). Dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi (186206 rupiah), pengeluaran perawatan kulit masih jauh lebih kecil, namun lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan secara umum (35267 rupiah). Secara historis, pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini mengalami fluktuasi dari tahun 2018 hingga 2024: tahun 2018 sebesar 34234 rupiah, tahun 2019 sedikit turun ke 31180 rupiah, tahun 2020 naik ke 37247 rupiah, tahun 2021 sedikit turun ke 33100 rupiah, tahun 2022 naik ke 45739 rupiah, tahun 2023 turun ke 30562 rupiah, dan tahun 2024 naik drastis ke 55755 rupiah.
Dalam perbandingan antar kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Pasaman Barat menempati peringkat ke-8 untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Peringkat teratas dipegang oleh Kabupaten Tanah Datar dengan 77227 rupiah (pertumbuhan 54.6% dari tahun sebelumnya), diikuti Kota Padang Panjang (73755 rupiah, pertumbuhan 18.2%), Kota Payakumbuh (71951 rupiah, penurunan 17.7%), Kota Padang (68861 rupiah, pertumbuhan 15.4%), dan Kota Sawahlunto (67678 rupiah, penurunan 18.3%). Kabupaten Pasaman Barat memiliki pertumbuhan tertinggi di antara delapan kabupaten/kota teratas ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga merilis data tentang pengeluaran non-makanan per kapita sebulan di seluruh kabupaten/kota Sumatera Barat. Kabupaten Pasaman Barat memiliki rata-rata pengeluaran non-makanan sebesar 545413 rupiah pada tahun 2024, menempati peringkat ke-14 di provinsi. Angka ini mengalami pertumbuhan 7.5% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 507224 rupiah. Kota Padang memiliki pengeluaran non-makanan tertinggi di provinsi dengan 1051706 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 2.1% dari tahun sebelumnya.
Kota Padang
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Kutai Timur | 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Padang pada tahun 2024 mencapai 1974416 rupiah, menempati peringkat ke-2 di Provinsi Sumatera Barat. Angka ini sedikit turun sebesar 0.4% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1981815 rupiah. Pengeluaran untuk makanan di Kota Padang tahun 2024 mencapai 922710 rupiah, pertumbuhan 10.6% dari tahun sebelumnya, sementara pengeluaran non-makanan sebesar 1051706 rupiah dengan pertumbuhan 2.1%. Kota Padang tetap menjadi wilayah dengan pengeluaran non-makanan tertinggi di provinsi, meskipun pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan beberapa kabupaten/kota lain.
Kota Bukit Tinggi
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Bukit Tinggi tahun 2024 sebesar 1869269 rupiah, menempati peringkat ke-3 di Provinsi Sumatera Barat. Angka ini mengalami pertumbuhan 7.7% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1735495 rupiah. Pengeluaran untuk makanan di wilayah ini mencapai 906613 rupiah dengan pertumbuhan 20.4% dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran non-makanan sebesar 962655 rupiah dengan pertumbuhan 11.7%. Pertumbuhan pengeluaran non-makanan di Kota Bukit Tinggi termasuk yang cukup tinggi di provinsi, mendorong peningkatan total pengeluaran masyarakat.
Kota Padang Panjang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Padang Panjang tahun 2024 mencapai 2182054 rupiah, menjadi tertinggi di Provinsi Sumatera Barat. Angka ini mengalami pertumbuhan 19.3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1828508 rupiah. Pengeluaran untuk makanan di wilayah ini mencapai 1239644 rupiah dengan pertumbuhan 63.8% dari tahun sebelumnya, yang menjadi pertumbuhan tertinggi di provinsi untuk kategori ini. Pengeluaran non-makanan sebesar 942409 rupiah dengan pertumbuhan 11.2%, menempati peringkat ke-3 di provinsi untuk pengeluaran non-makanan.
Kota Payakumbuh
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Payakumbuh tahun 2024 sebesar 1741595 rupiah, menempati peringkat ke-5 di Provinsi Sumatera Barat. Angka ini mengalami penurunan 13.2% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 2005830 rupiah. Pengeluaran untuk makanan di wilayah ini mencapai 853205 rupiah dengan pertumbuhan 11.3% dari tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran non-makanan sebesar 888390 rupiah dengan pertumbuhan 9.7%. Meskipun pengeluaran makanan mengalami kenaikan, penurunan total pengeluaran disebabkan oleh penurunan yang signifikan pada pengeluaran non-makanan tahun sebelumnya.