Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2025 mencapai 242268 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 11,6 persen dibandingkan tahun 2024, menjadi satu-satunya wilayah di provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang mencatatkan pertumbuhan dua digit pada kategori pengeluaran ini sepanjang tahun lalu.
(Baca: Jumlah Perceraian Sumatera Selatan 778 Kasus Data per 2024)
Sepanjang periode 2018 sampai 2025, pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2021 tercatat penurunan paling dalam yaitu sebesar 11,5 persen menjadi 178262 rupiah. Sementara kenaikan paling tinggi terjadi pada tahun 2022 dengan angka pertumbuhan 34,7 persen. Pada tiga tahun terakhir setelah tahun 2022, angka pengeluaran sempat turun sedikit selama dua tahun berturut-turut sebelum kembali naik pada tahun 2025.
Untuk skala provinsi, posisi Kabupaten Bangka Selatan berada di urutan ketiga dari tujuh kabupaten dan kota yang ada di Kepulauan Bangka Belitung. Di atas wilayah ini berturut-turut adalah Kabupaten Belitung dengan pengeluaran 268321 rupiah dan Kota Pangkal Pinang dengan 250480 rupiah. Berbeda dengan Kabupaten Bangka Selatan yang tumbuh positif, kedua wilayah teratas tersebut justru mencatatkan penurunan pada tahun 2025.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 24,5 persen dari total pengeluaran makanan per kapita masyarakat Kabupaten Bangka Selatan pada tahun 2025. Sementara jika dibandingkan dengan total pengeluaran keseluruhan masyarakat, kategori ini mencakup 14,3 persen dari seluruh biaya pengeluaran bulanan per penduduk di wilayah tersebut.
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk SMA Negeri 8 Depok SPMB 2026)
Dari seluruh kabupaten kota di provinsi ini, hanya ada dua wilayah yang mencatatkan pertumbuhan positif pengeluaran makanan dan minuman jadi pada tahun 2025. Selain Kabupaten Bangka Selatan, satu wilayah lain adalah Kabupaten Bangka yang tumbuh sebesar 7,1 persen. Lima wilayah lainnya semuanya mencatatkan penurunan, dengan penurunan paling dalam terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 16,4 persen.
Kabupaten Bangka Selatan
Untuk kategori total pengeluaran makanan secara keseluruhan, Kabupaten Bangka Selatan justru menempati urutan pertama tertinggi di seluruh provinsi pada tahun 2025 dengan nilai 989922 rupiah per kapita per bulan. Angka ini tumbuh sebesar 9,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menjadi pertumbuhan tertinggi dibandingkan seluruh wilayah lain di provinsi yang sama. Sementara untuk total pengeluaran keseluruhan, wilayah ini berada di urutan keenam dengan nilai 1698394 rupiah yang tumbuh 10,3 persen sepanjang satu tahun terakhir.
Kota Pangkal Pinang
Kota Pangkal Pinang yang selama ini menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi, justru mengalami penurunan hampir di seluruh kategori pengeluaran pada tahun 2025. Total pengeluaran masyarakat di wilayah ini turun sebesar 15 persen menjadi 2127111 rupiah per kapita per bulan. Khusus untuk kategori makanan dan minuman jadi, meskipun masih berada di urutan kedua provinsi, nilai pengeluarannya turun sebesar 16,4 persen menjadi penurunan paling tajam di seluruh wilayah Kepulauan Bangka Belitung tahun lalu.
Kabupaten Belitung
Kabupaten Belitung menempati urutan pertama pengeluaran makanan dan minuman jadi sepanjang tahun 2025 dengan nilai 268321 rupiah. Namun nilai ini mengalami penurunan sebesar 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran makanan secara keseluruhan, wilayah ini turun sedikit sebesar 2,8 persen sehingga posisinya tergeser menjadi urutan kedua di bawah Kabupaten Bangka Selatan. Total pengeluaran keseluruhan masyarakat di Kabupaten Belitung juga turun sebesar 8,3 persen menjadi 1927799 rupiah per kapita per bulan.