Pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Sumenep pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp78.383 per kapita per bulan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka ini mengalami penurunan sebesar 17,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara historis, pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Sumenep menunjukkan perkembangan yang fluktuatif. Terjadi kenaikan signifikan dari tahun 2018 hingga 2023, kemudian mengalami penurunan di tahun terakhir. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2023 sebesar Rp94.775.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Bitung Periode 2004 - 2024)
Besaran pengeluaran untuk sabun mandi ini mencerminkan alokasi dana masyarakat untuk kebutuhan kebersihan diri. Meski mengalami penurunan di tahun 2024, pengeluaran ini tetap menjadi bagian penting dari anggaran rumah tangga. Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa sebesar Rp241.636, pengeluaran untuk sabun mandi menyumbang sekitar 32,4%.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Timur, Kabupaten Sumenep menduduki peringkat ke-5 dalam hal pengeluaran untuk sabun mandi pada tahun 2024. Peringkat ini berada di bawah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang, dan Kota Madiun. Secara nasional, Kabupaten Sumenep berada di peringkat ke-130.
Terdapat beberapa kabupaten/kota dengan pengeluaran sabun mandi yang lebih tinggi dari Kabupaten Sumenep. Kota Surabaya mencatat pengeluaran Rp103.566 dengan pertumbuhan 3,6%, menduduki peringkat pertama di Jawa Timur. Kabupaten Sidoarjo dengan Rp93.493 mengalami penurunan 4,2%. Kota Malang di angka Rp83.157 mengalami pertumbuhan tipis sebesar 0,3%. Kota Madiun, dengan pengeluaran Rp79.905, mengalami penurunan 7,6%. Sementara itu, Kabupaten Gresik mencatatkan pengeluaran Rp78.281 dan mengalami penurunan 0,1%.
(Baca: Penduduk Kota Cimahi Mengeluarkan Rp625 per Kapita per Minggu untuk Membeli Kangkung)
Kota Surabaya
Berdasarkan data dari BPS, Kota Surabaya mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.541.006 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 34% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menempatkan Surabaya sebagai wilayah dengan pengeluaran non makanan tertinggi di Jawa Timur, menunjukkan peningkatan kesejahteraan dan konsumsi masyarakat di sektor non makanan yang cukup tinggi. Untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan, Kota Surabaya ada di angka Rp1.061.445, menempati peringkat pertama di Jawa Timur.
Kota Malang
BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Malang sebesar Rp1.216.228. Besaran angka ini menempatkan Kota Malang sebagai wilayah dengan pengeluaran bukan makanan tertinggi kedua di Jawa Timur. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan di Kota Malang tercatat sebesar Rp738.690. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di kota ini relatif stabil, menunjukkan pola konsumsi yang konsisten di kalangan warganya.
Kota Madiun
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Madiun mencapai Rp1.192.091. Sektor makanan menunjukkan angka Rp851.602. Pertumbuhan yang kuat di sektor non makanan mengindikasikan adanya pergeseran prioritas konsumsi atau peningkatan daya beli masyarakat. Peringkat yang baik ini mencerminkan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Madiun.
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.077.404. Kabupaten Sidoarjo ada di angka Rp881.851 untuk sektor makanan. Data ini menunjukkan bahwa meskipun Sidoarjo memiliki basis industri yang kuat, konsumsi non makanan tetap menjadi bagian penting dari pengeluaran masyarakatnya. Pertumbuhan yang stabil pada kedua sektor ini juga menandakan ekonomi yang seimbang di wilayah tersebut.