Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kebutuhan kecantikan di Kabupaten Jombang tahun 2024 mencapai 37534 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 6 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 35413 Rupiah. Sepanjang periode pengamatan mulai tahun 2018, nilai pengeluaran ini selalu berada pada rentang kenaikan kecuali pada tahun 2021 yang tercatat sedikit turun sebesar 2 persen dari tahun sebelumnya.
(Baca: Statistik Panjang Jalan Nasional Periode 2013-2024)
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, pengeluaran tertinggi masyarakat Kabupaten Jombang untuk kebutuhan kecantikan tercatat pada tahun 2024 ini. Selama lima tahun terakhir rata-rata kenaikan pengeluaran kecantikan di wilayah ini mencapai 5,1 persen setiap tahun. Sementara untuk periode tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan mencapai 7,9 persen yang menunjukkan peningkatan laju pengeluaran dibandingkan periode lima tahun sebelumnya.
Nilai pengeluaran kecantikan ini menyumbang sekitar 20,2 persen dari total pengeluaran perawatan warga, serta setara dengan 78,3 persen dari pengeluaran untuk sabun mandi per kapita setiap bulan. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran kecantikan hanya mencapai 16,7 persen dari total pengeluaran makanan jadi per kapita Kabupaten Jombang.
Pada tingkat provinsi Jawa Timur, Kabupaten Jombang berada pada urutan ke 19 dari total 38 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Posisi ini sama dengan posisi ranking pada tahun sebelumnya. Lima wilayah dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di provinsi ini berturut-turut adalah Kota Surabaya, Kota Batu, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto dan Kota Blitar yang seluruhnya mencatatkan nilai pengeluaran di atas 67 ribu Rupiah per kapita per bulan.
Kota Surabaya sebagai wilayah dengan pengeluaran tertinggi mencatatkan pertumbuhan sebesar 37,3 persen pada tahun 2024, merupakan pertumbuhan tertinggi di seluruh wilayah Jawa Timur. Sementara Kota Mojokerto justru mencatatkan penurunan sebesar 3,8 persen meskipun masih berada pada empat besar ranking provinsi. Semua wilayah di urutan 10 besar provinsi mencatatkan nilai pengeluaran kecantikan di atas 48 ribu Rupiah per kapita.
Kota Surabaya
(Baca: Statistik PDRB ADHB Sektor Transportasi dan Pergudangan Periode 2013-2025)
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran per kapita per bulan Kota Surabaya mencapai 2834267 Rupiah pada tahun 2024, dengan posisi ranking pertama di seluruh Jawa Timur. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan pengeluaran total sebesar 6,4 persen, dimana pengeluaran makanan tumbuh 11,7 persen sementara pengeluaran bukan makanan tumbuh 3,1 persen. Seluruh kategori pengeluaran di Kota Surabaya secara konsisten menempati urutan pertama dibandingkan seluruh kabupaten dan kota lain di provinsi Jawa Timur.
Kota Malang
Kota Malang menempati urutan kedua untuk total pengeluaran per kapita di Jawa Timur dengan nilai 2199652 Rupiah per bulan tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 1,3 persen, namun justru mengalami sedikit penurunan sebesar 0,2 persen untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Posisi ranking wilayah ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya untuk seluruh kategori pengeluaran yang diamati.
Kabupaten Jombang
Untuk kategori total pengeluaran per kapita, Kabupaten Jombang menempati urutan ke 19 di Provinsi Jawa Timur dengan nilai total 1259319 Rupiah per bulan tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 7,4 persen, sementara pengeluaran bukan makanan justru sedikit turun sebesar 1,9 persen. Posisi ranking Kabupaten Jombang untuk semua kategori pengeluaran tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Bangkalan
Kabupaten Bangkalan menempati urutan terakhir pengeluaran kecantikan di Jawa Timur dengan nilai 16778 Rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Untuk total pengeluaran per kapita wilayah ini menempati urutan ke 37 dengan nilai 877264 Rupiah per bulan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 0,6 persen, dan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 12,8 persen pada tahun 2024.