Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2024 mencapai 167692 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 169433 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode pengamatan sejak tahun 2018, terjadi pergerakan nilai pengeluaran yang naik turun dengan catatan pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023.
(Baca: Jumlah Rumah Ibadah : Pura (Hindu) di Kalimantan Utara | 2025)
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang 13,4 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Lampung Tengah yang pada 2024 tercatat sebesar 1245812 rupiah. Jika dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain, nilai ini masih berada di atas pengeluaran untuk perawatan, kecantikan, serta sabun mandi, dan hampir setara dengan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 113492 rupiah per kapita.
Sepanjang tujuh tahun pengamatan sejak 2018, pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini mencatat kenaikan tertinggi pada tahun 2023 dengan persentase 34,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Satu-satunya penurunan besar sebelum tahun 2024 terjadi pada tahun 2021 yaitu sebesar 9,9 persen, yang menjadi anomali penurunan terbesar selama periode data yang tersedia. Setelah penurunan pada 2021, nilai pengeluaran kembali naik sedikit pada 2022 sebelum melonjak tinggi pada 2023.
Untuk peringkat se-provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Tengah menempati urutan ke 4 dari 15 kabupaten dan kota yang ada pada tahun 2024. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Tiga wilayah di atasnya secara berurutan adalah Kota Metro dengan pengeluaran 258636 rupiah, Kota Bandar Lampung 255139 rupiah, dan Kabupaten Pesisir Barat 199523 rupiah per kapita per bulan. Secara nasional, wilayah ini berada di peringkat 310 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Kota Bandar Lampung
Kota Bandar Lampung menempati peringkat pertama total pengeluaran per kapita se-provinsi Lampung dengan nilai total pengeluaran mencapai 1955402 rupiah per kapita per bulan pada 2024. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 14,5 persen untuk total pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih tetap mempertahankan posisi teratas untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, Kota Bandar Lampung mengalami penurunan sebesar 9,9 persen pada 2024, dan menjadi satu-satunya wilayah kota yang mencatat penurunan pada kategori ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Selatan 2025)
Kota Metro
Kota Metro menempati peringkat kedua seluruh kategori pengeluaran di provinsi Lampung, dengan catatan pertumbuhan positif pada hampir seluruh indikator. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita di wilayah ini mencapai 1754233 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 9,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, Kota Metro mencatat kenaikan sebesar 17,5 persen dan menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi kedua setelah Kabupaten Pesisir Barat pada kategori yang sama.
Kabupaten Pesisir Barat
Kabupaten Pesisir Barat menunjukkan performa pertumbuhan pengeluaran tertinggi di seluruh provinsi Lampung untuk tahun 2024. Wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 46 persen untuk kategori makanan dan minuman jadi, yang merupakan angka pertumbuhan tertinggi dibandingkan 14 wilayah lain di provinsi ini. Total pengeluaran per kapita di Kabupaten Pesisir Barat mencapai 1575666 rupiah pada 2024, mengalami kenaikan sebesar 23,7 persen dan berhasil menaiki satu peringkat menuju urutan ketiga se-provinsi.
Kabupaten Way Kanan
Kabupaten Way Kanan menempati urutan kelima untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi, tepat berada di bawah Kabupaten Lampung Tengah. Nilai pengeluaran untuk kategori ini di wilayah ini tercatat 164105 rupiah per kapita per bulan pada 2024, mengalami kenaikan sedikit sebesar 3,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran keseluruhan, Kabupaten Way Kanan berada di peringkat empat se-provinsi dengan nilai 1251019 rupiah per kapita, dengan pertumbuhan sangat kecil sebesar 0,8 persen sepanjang satu tahun terakhir.