Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Kendal menunjukkan angka Rp213.617 per kapita per bulan pada tahun 2024.
Angka ini meningkat 11.2% dibandingkan tahun sebelumnya, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas. Pengeluaran ini menempatkan Kabupaten Kendal pada peringkat 19 di antara kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Tengah dan peringkat 194 secara nasional.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Selatan 2018 - 2024)
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yaitu Rp207.627, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang porsi signifikan. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini juga hampir dua kali lipat dari rata-rata pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai Rp118.433.
Secara historis, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Kendal mengalami fluktuasi. Sempat mengalami penurunan pada tahun 2021 turun 18.5%, namun kembali naik signifikan pada tahun 2022 sebesar 21.5%. Walaupun sempat mengalami pertumbuhan yang sedikit pada tahun 2023 sebesar 1.9%, pertumbuhan pada tahun 2024 menunjukkan peningkatan yang cukup baik.
Di antara kabupaten/kota di Jawa Tengah, Kota Semarang mencatatkan pengeluaran tertinggi untuk makanan dan minuman jadi yaitu Rp358.183 per kapita, dengan pertumbuhan 37.1%. Kota Tegal berada di urutan kedua dengan Rp350.104 per kapita, tetapi mengalami penurunan -14.4%. Kota Pekalongan berada di urutan ketiga dengan Rp341.983 per kapita dan pertumbuhan 0.9%. Kabupaten Kudus mencatatkan angka Rp289.941 dengan pertumbuhan 25% dan menempati urutan kelima. Kota Salatiga mencatatkan angka Rp289.886 dengan penurunan -6.5% dan menempati urutan keenam. Posisi Kabupaten Kendal berada di bawah kabupaten-kabupaten tersebut.
Berikut adalah perbandingan pengeluaran dan pertumbuhan rata-rata per kapita sebulan makanan dan bukan makanan untuk beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah:
(Baca: PDRB ADHK Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Periode 2013-2025)
Kota Semarang
Pada tahun 2024, Kota Semarang mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp1.322.997, tumbuh 12.6% dibandingkan tahun sebelumnya,informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas. Pengeluaran untuk makanan mencapai Rp914.785, meningkat 14.7%. Kota Semarang menduduki peringkat pertama se-Provinsi Jawa Tengah untuk kedua kategori pengeluaran tersebut. Pengeluaran total (makanan dan bukan makanan) mencapai Rp2.237.782, naik 14.3%.
Kota Salatiga
Kota Salatiga menunjukkan pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp1.315.195 pada tahun 2024, mengalami penurunan -14.4%, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas. Pengeluaran untuk makanan tercatat Rp811.317, turun 5.5%. Kota Salatiga menduduki peringkat kedua se-Provinsi Jawa Tengah dalam kedua kategori. Total pengeluaran mencapai Rp2.126.512, turun 10.9%.
Kota Magelang
Kota Magelang mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp980.996 pada tahun 2024, naik 1.8% dibandingkan tahun sebelumnya,informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas. Pengeluaran untuk makanan mencapai Rp689.220, turun 6.6%. Kota Magelang menduduki peringkat keempat se-Provinsi Jawa Tengah untuk pengeluaran total dan peringkat ke-13 untuk pengeluaran makanan. Total pengeluaran mencapai Rp1.670.216, tidak mengalami pertumbuhan atau stagnan.
Kota Surakarta
Pada tahun 2024, Kota Surakarta mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp942.391, turun 3.7%, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas. Pengeluaran untuk makanan mencapai Rp759.788, turun 0.9%. Kota Surakarta menduduki peringkat ketiga se-Provinsi Jawa Tengah untuk pengeluaran total, dan peringkat ketiga untuk pengeluaran makanan. Total pengeluaran mencapai Rp1.702.178, mengalami penurunan -12.4%.