Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Bone tahun 2025 mencapai 163981 Rupiah. Angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 15,7 persen dibandingkan tahun 2024. Pada tahun 2024 sebelumnya, pengeluaran kategori ini sempat turun sebesar 11,5 persen dari tahun 2023. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Update 2024: Jumlah Perceraian Sulawesi Tengah 97 Kasus)
Selama periode 2018 hingga 2025, pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun. Tahun 2019 tercatat kenaikan 20,4 persen, kemudian turun sedikit 7,8 persen pada tahun 2020. Setelah itu kembali naik 11,2 persen pada 2021, 25,8 persen pada 2022, 11,7 persen pada 2023 sebelum sempat turun pada tahun 2024. Pengeluaran tertinggi selama 8 tahun tercatat pada tahun 2025 ini.
Untuk peringkat seprovinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Bone berada di urutan 20 dari total 24 kabupaten dan kota pada kategori pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2025. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Posisi teratas diduduki oleh Kota Makassar dengan pengeluaran 370910 Rupiah, disusul Kabupaten Bulukumba 367251 Rupiah, Kabupaten Luwu Timur 336179 Rupiah, Kota Parepare 263002 Rupiah dan Kabupaten Sidenreng Rappang 245062 Rupiah.
Data juga menunjukkan bahwa pengeluaran aneka barang dan jasa ini menyumbang sekitar 15,3 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Bone. Sebagai perbandingan, pengeluaran untuk makanan mencapai 485674 Rupiah per kapita per bulan, sedangkan pengeluaran bukan makanan secara keseluruhan mencapai 585834 Rupiah per kapita per bulan. Rata-rata pertumbuhan pengeluaran aneka barang dan jasa selama lima tahun terakhir mencapai 8,26 persen per tahun.
Selama tiga tahun terakhir, pertumbuhan rata-rata kategori ini mencapai 5,3 persen per tahun. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir. Terdapat anomali pada tahun 2020 dimana terjadi penurunan setelah dua tahun sebelumnya selalu mengalami kenaikan, demikian juga pada tahun 2024 yang sempat mencatatkan penurunan setelah tiga tahun berturut-turut terjadi kenaikan.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Kepulauan Marshall 2024)
Kota Makassar
Kota Makassar menduduki peringkat pertama seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Total pengeluaran per kapita per bulan tahun 2025 mencapai 2049294 Rupiah, dengan rincian pengeluaran makanan 818033 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan 1231260 Rupiah. Meskipun menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi, wilayah ini mencatatkan pertumbuhan total pengeluaran sebesar 4,4 persen saja, dengan penurunan 20,7 persen khusus untuk kategori aneka barang dan jasa pada tahun 2025.
Kabupaten Bulukumba
Kabupaten Bulukumba mencatatkan pertumbuhan pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi seprovinsi pada tahun 2025, yaitu sebesar 147,7 persen. Wilayah ini saat ini berada di urutan kedua untuk kategori tersebut, melampaui banyak wilayah kota yang selama ini berada di urutan teratas. Total pengeluaran per kapita per bulan wilayah ini mencapai 1788911 Rupiah, dengan pengeluaran makanan mencapai 931086 Rupiah dan menjadi yang tertinggi seprovinsi untuk kategori makanan.
Kabupaten Luwu Timur
Kabupaten Luwu Timur secara konsisten berada di tiga besar seluruh kategori pengeluaran masyarakat di Sulawesi Selatan. Pada tahun 2025, total pengeluaran per kapita mencapai 1795348 Rupiah, dengan rincian pengeluaran makanan 863771 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan 931577 Rupiah. Untuk kategori aneka barang dan jasa, wilayah ini berada di urutan ketiga dengan pertumbuhan 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Parepare
Kota Parepare menduduki peringkat ketiga untuk total pengeluaran masyarakat seprovinsi Sulawesi Selatan tahun 2025. Total pengeluaran per kapita per bulan mencapai 1794468 Rupiah, terdiri dari pengeluaran makanan 785437 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan 1009031 Rupiah. Untuk kategori aneka barang dan jasa wilayah ini berada di urutan keempat, dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,8 persen dibandingkan tahun 2024.