Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Tanggamus pada tahun 2024 mencapai 138410 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 8,1 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebelumnya mencatat angka 150687 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, terjadi pergerakan nilai yang naik turun, dengan pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2023 dan pengeluaran terendah terjadi pada tahun 2020.
(Baca: Update 2023: Akumulasi Penyaluran Pinjaman Fintech di DKI Jakarta)
Sepanjang tujuh tahun pengamatan, tercatat penurunan terbesar terjadi pada tahun 2020 sebesar 17,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah periode tersebut, nilai pengeluaran naik sedikit sebesar 6 persen pada tahun 2021, kemudian turun sedikit sebesar 2,3 persen pada tahun 2022, sebelum akhirnya naik sebesar 22,9 persen pada tahun 2023. Pada tahun 2024 kembali terjadi penurunan setelah mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Lampung, Kabupaten Tanggamus menempati urutan ke 15 dari seluruh 15 kabupaten dan kota yang ada di provinsi ini untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Urutan ini sama dengan posisi ranking pada tahun sebelumnya. Nilai pengeluaran Kabupaten Tanggamus berada dibawah seluruh wilayah lain di Lampung, termasuk di bawah Kabupaten Lampung Timur yang berada di peringkat 14 dengan nilai 143990 rupiah per kapita per bulan.
Untuk kategori pengeluaran total per kapita gabungan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Tanggamus menempati urutan ke 13 seprovinsi Lampung pada tahun 2024 dengan nilai total 1048007 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini naik sedikit sebesar 1,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 13,2 persen dari total pengeluaran masyarakat Kabupaten Tanggamus secara keseluruhan pada tahun 2024.
Kota Bandar Lampung
Kota Bandar Lampung menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi di seluruh provinsi Lampung untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, wilayah ini mencatat pengeluaran aneka barang dan jasa sebesar 414372 rupiah per kapita per bulan, atau hampir tiga kali lipat dibandingkan nilai Kabupaten Tanggamus. Meskipun mencatat nilai tertinggi, wilayah ini justru mengalami penurunan sebesar 24,5 persen dibandingkan tahun 2023, menjadi penurunan terbesar kedua seprovinsi Lampung untuk kategori ini. Total pengeluaran per kapita Kota Bandar Lampung mencapai 1955402 rupiah per bulan, dan tetap mempertahankan posisi ranking pertama seprovinsi.
(Baca: Statistik Volume Ekspor SITC Kode 83 Peralatan Bepergian, Tas Tangan Dll Periode 2020-2026)
Kota Metro
Kota Metro secara konsisten menempati urutan kedua seprovinsi Lampung untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, pengeluaran aneka barang dan jasa di wilayah ini mencapai 332088 rupiah per kapita per bulan, dengan penurunan sangat kecil yaitu 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan di Kota Metro bahkan mengalami kenaikan sebesar 9,1 persen pada tahun yang sama, menjadikan wilayah ini salah satu yang memiliki pertumbuhan konsumsi terbaik di Lampung tahun 2024.
Kabupaten Pesisir Barat
Kabupaten Pesisir Barat menempati urutan ketiga seprovinsi Lampung untuk pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024 dengan nilai 237377 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 16,2 persen dibandingkan tahun 2023 untuk kategori ini. Namun untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Pesisir Barat justru mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 33 persen pada tahun 2024, dan berhasil menyalip Kota Bandar Lampung menjadi wilayah dengan pengeluaran makanan per kapita tertinggi di seluruh provinsi Lampung.
Kabupaten Mesuji
Kabupaten Mesuji menjadi satu dari sedikit wilayah di Lampung yang mencatat kenaikan pengeluaran aneka barang dan jasa pada tahun 2024. Nilai pengeluaran kategori ini di Kabupaten Mesuji mencapai 228985 rupiah per kapita per bulan, dengan kenaikan sebesar 14,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan keempat seprovinsi untuk kategori aneka barang dan jasa, dan mempertahankan posisi ranking yang sama seperti tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran keseluruhan, Kabupaten Mesuji menempati urutan kelima seprovinsi Lampung tahun 2024.