Pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Bogor pada 2024 tercatat sebesar Rp134.629 per kapita per bulan. Angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 0,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pengeluaran ini masih menempati urutan ke-15 di antara kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Barat, serta peringkat ke-234 secara nasional, seperti data yang diolah dari data Susenas.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa sebesar Rp2.455.07, maka pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai sekitar 5,5 persen. Sementara itu, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan jadi sebesar Rp220.013, maka proporsi pengeluaran untuk rokok dan tembakau jauh lebih besar. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Gorontalo 2015 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Bogor mengalami fluktuasi. Sempat mengalami penurunan pada tahun 2019 dan 2020, kemudian kembali meningkat hingga mencapai titik tertinggi pada tahun 2022 sebesar Rp134.785. Namun, pada tahun 2024, terjadi sedikit penurunan kembali. Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumsi rokok dan tembakau di Kabupaten Bogor cenderung stabil, namun tetap menjadi bagian yang signifikan dari pengeluaran masyarakat. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Di antara kabupaten/kota lain di Jawa Barat, Kota Bekasi mencatatkan pengeluaran tertinggi untuk rokok dan tembakau pada 2024, yaitu sebesar Rp196.516, dengan pertumbuhan 22,3 persen. Kota Bandung berada di urutan kedua dengan Rp178.884, tumbuh 10,8 persen. Kabupaten Subang menempati posisi ketiga dengan Rp172.481, tumbuh 11,1 persen. Kabupaten Karawang dan Indramayu menyusul dengan pengeluaran masing-masing Rp167.922 dan Rp167.146. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Urutan persentase konsumsi bukan makanan di Kabupaten Bogor berada di posisi 14 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Bogor adalah Rp631.718. Dibandingkan dengan tiga tahun terakhir, pengeluaran masyarakat mengalami penurunan yang kurang baik. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Statistik Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Tempat Buang Air Besar tidak Ada Periode 2021-2025)
Kota Bekasi
Pada tahun 2024, Kota Bekasi mencatat pengeluaran rata-rata per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.908.316, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 22.4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp1.224.388, juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 21.3 persen. Dengan demikian, Kota Bekasi menduduki peringkat pertama di antara kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dalam hal pengeluaran makanan dan bukan makanan. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Kota Depok
Kota Depok mencatatkan pengeluaran rata-rata per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.674.594 pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 12.8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp1.148.659, mengalami pertumbuhan sebesar 9 persen. Kota Depok menempati peringkat kedua di antara kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dalam hal pengeluaran makanan dan bukan makanan. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Kota Bogor
Pada tahun 2024, Kota Bogor mencatatkan pengeluaran rata-rata per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.561.420. Namun, terjadi penurunan yang cukup signifikan turun 15.5 persen dalam pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan menjadi Rp996.064. Meskipun demikian, Kota Bogor tetap berada di peringkat ketiga di antara kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dalam hal pengeluaran makanan dan bukan makanan. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Kota Bandung
Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan bukan makanan di Kota Bandung pada tahun 2024 adalah Rp1.382.176, mengalami pertumbuhan sebesar 12.2 persen. Namun, terdapat penurunan turun 14 persen pada pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan, menjadi Rp996.064. Kota Bandung menempati peringkat keempat di antara kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat dalam hal pengeluaran makanan dan bukan makanan. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.