Pengeluaran untuk kecantikan di Kota Manado menunjukkan perkembangan yang menarik sepanjang tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran mencapai Rp 37.464 per kapita per bulan. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan adanya peningkatan minat dan perhatian masyarakat Kota Manado terhadap produk dan layanan kecantikan.
Secara historis, pengeluaran untuk kecantikan di Kota Manado cenderung fluktuatif dalam tujuh tahun terakhir. Sempat mengalami kenaikan signifikan sebesar 11,1% pada tahun 2021, namun kemudian turun drastis turun 26% pada tahun 2022. Meskipun demikian, pada tahun 2023 dan 2024, pengeluaran kembali naik, menunjukkan adanya indikasi stabilitas dan kecenderungan positif dalam pengeluaran di sektor ini. Dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa sebesar Rp 462.304, pengeluaran untuk kecantikan masih tergolong kecil.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Barat 2015 - 2024)
Pengeluaran masyarakat Kota Manado untuk kecantikan menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik, meskipun tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan total pengeluaran. Persentase pengeluaran untuk kecantikan terhadap total pengeluaran per kapita sebulan relatif kecil. Masyarakat lebih banyak mengalokasikan dana untuk kebutuhan pokok seperti makanan, yang mencapai Rp 258.979 per kapita sebulan. Serta untuk perawatan dan rokok dan tembakau dengan nilai masing-masing Rp 107.764 dan Rp 149.708.
Pada tahun 2024, Kota Manado berada di urutan ke-4 di antara kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Utara dalam hal pengeluaran untuk kecantikan. Peringkat ini menunjukkan bahwa kesadaran dan minat terhadap kecantikan di Kota Manado cukup tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di provinsi tersebut. Namun, jika dibandingkan dengan kabupaten/kota se-Indonesia, Kota Manado berada di peringkat 196.
Untuk perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Sulawesi Utara, Kota Bitung mencatat pengeluaran tertinggi untuk kecantikan pada tahun 2024, yaitu Rp 63.244 dengan pertumbuhan 38.8%. Kota Kotamobagu berada di urutan kedua dengan Rp 45.037 dan pertumbuhan 11%. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mencatat Rp 38.370 dengan pertumbuhan 37.9%. Kota Tomohon memiliki pengeluaran Rp 34.226, namun mengalami penurunan -3.2%. Terakhir, Kabupaten Minahasa memiliki pengeluaran Rp 30.652 dengan pertumbuhan 24.4%.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kota Jakarta Selatan | 2024)
Kota Tomohon
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Tomohon pada tahun 2024 mencapai Rp 897.100, naik 9% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 823.148,14. Kota ini menduduki peringkat pertama se-Sulawesi Utara. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp 1.705.768, menunjukkan pertumbuhan 6.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan tercatat sebesar Rp 808.668, tumbuh 9.7% dan menempatkan Tomohon di peringkat kedua se-Sulawesi Utara.
Kota Bitung
Pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Bitung mengalami peningkatan signifikan sebesar 27.5%, dari Rp 620.437,82 menjadi Rp 791.156 pada tahun 2024. Kota Bitung menduduki peringkat kedua dalam hal pengeluaran bukan makanan di Sulawesi Utara. Sementara itu, pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan justru mengalami sedikit penurunan turun 0.5%, menjadi Rp 1.568.852. Namun, pengeluaran untuk makanan mengalami kenaikan sebesar 12.8%, mencapai Rp 777.695, dan menempatkan Kota Bitung di peringkat ketiga se-Sulawesi Utara.
Kota Kotamobagu
Kota Kotamobagu mencatatkan pertumbuhan yang kuat dalam pengeluaran bukan makanan, yakni sebesar 24%, dari Rp 637.185,12 menjadi Rp 790.236 pada tahun 2024. Kota ini berada di peringkat ketiga untuk pengeluaran bukan makanan di Sulawesi Utara. Secara keseluruhan, pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan meningkat sebesar 5.6%, mencapai Rp 1.524.493. Pengeluaran untuk makanan juga menunjukkan peningkatan sebesar 24%, mencapai Rp 734.257, sehingga Kotamobagu berada di peringkat keempat se-Sulawesi Utara dalam kategori ini.
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa menunjukkan pertumbuhan yang paling tinggi dalam pengeluaran bukan makanan, mencapai 34.5%, dari Rp 575.134,65 menjadi Rp 773.439 pada tahun 2024. Kabupaten ini menduduki peringkat keempat dalam pengeluaran bukan makanan di Sulawesi Utara. Total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan meningkat sebesar 4.7%, mencapai Rp 1.586.208. Pengeluaran untuk makanan juga naik sebesar 12.7%, mencapai Rp 812.769, dan menempatkan Minahasa di peringkat pertama se-Sulawesi Utara untuk kategori ini.