Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau per kapita sebulan di Kabupaten Tabanan tahun 2024 sebesar 135.122 rupiah, naik 11,7% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menjadi pengeluaran tertinggi dalam periode 7 tahun (2018-2024) untuk kategori ini di wilayah tersebut.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin Periode 2013-2025)
Sejak tahun 2018, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Tabanan mengalami fluktuasi: mulai dari 98.322 rupiah pada 2018, sedikit turun menjadi 92.913 rupiah pada 2019, sedikit naik menjadi 97.179 rupiah pada 2020, naik menjadi 102.610 rupiah pada 2021, sedikit turun menjadi 98.188 rupiah pada 2022, kemudian naik signifikan 23,2% menjadi 120.924 rupiah pada 2023 sebelum naik lagi 11,7% pada 2024. Peningkatan terbesar terjadi pada periode 2022-2023 dengan pertumbuhan 23,2%.
Pengeluaran rokok dan tembakau per kapita sebulan di Kabupaten Tabanan tahun 2024 menyumbang sekitar 40% dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa (337.151 rupiah). Angka ini juga lebih tinggi dibanding pengeluaran per kapita untuk kecantikan (37.282 rupiah), perawatan (83.606 rupiah), dan sabun mandi (80.536 rupiah), namun lebih rendah dibanding pengeluaran untuk makanan jadi (201.424 rupiah).
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota seprovinsi Bali, Kabupaten Tabanan menempati peringkat keempat untuk pengeluaran rokok dan tembakau per kapita sebulan tahun 2024. Peringkat tiga teratas dipegang oleh Kabupaten Badung (peringkat pertama, 156.389 rupiah dengan pertumbuhan 34,3%), Kota Denpasar (peringkat kedua, 142.375 rupiah dengan pertumbuhan 21,9%), dan Kabupaten Bangli (peringkat ketiga, 136.684 rupiah dengan pertumbuhan 1,5%). Peringkat kelima dipegang oleh Kabupaten Jembrana dengan pengeluaran 118.508 rupiah dan pertumbuhan 5,4%.
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Tabanan tahun 2024 sebesar 962.775 rupiah, naik 69,9% dibanding tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat keempat di Bali untuk kategori ini, di belakang Kota Denpasar (peringkat pertama, 1.639.727 rupiah), Kabupaten Badung (peringkat kedua, 1.502.940 rupiah), dan Kabupaten Gianyar (peringkat ketiga, 1.127.702 rupiah).
Kota Denpasar
(Baca: PDRB ADHK Sektor Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya Periode 2013-2024)
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Denpasar tahun 2024 sebesar 1.639.727 rupiah, naik 31,3% dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di kota ini mencapai 981.898 rupiah dengan pertumbuhan 34,4% dari tahun 2023. Kota Denpasar menempati peringkat pertama di Bali untuk pengeluaran non makanan dan peringkat kedua untuk pengeluaran makanan, menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi dibanding wilayah lain di provinsi.
Kabupaten Badung
Badan Pusat Statistik menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Badung tahun 2024 sebesar 1.502.940 rupiah, naik 45,2% dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di kabupaten ini mencapai 1.081.710 rupiah dengan pertumbuhan 52,9% dari tahun 2023, menjadi tertinggi di Bali. Wilayah ini menempati peringkat kedua untuk pengeluaran non makanan dan peringkat pertama untuk pengeluaran makanan di provinsi.
Kabupaten Gianyar
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Gianyar tahun 2024 sebesar 1.127.702 rupiah, naik 3,8% dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di kabupaten ini mencapai 812.384 rupiah dengan pertumbuhan 27,1% dari tahun 2023. Kabupaten Gianyar menempati peringkat ketiga di Bali untuk pengeluaran non makanan dan peringkat ketiga untuk pengeluaran makanan, dengan pertumbuhan non makanan yang lebih lambat dibanding wilayah lain di provinsi.
Kabupaten Bangli
Badan Pusat Statistik menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Bangli tahun 2024 sebesar 746.034 rupiah, naik 26,4% dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di kabupaten ini mencapai 785.370 rupiah dengan pertumbuhan 29,5% dari tahun 2023. Wilayah ini menempati peringkat kelima di Bali untuk pengeluaran non makanan dan peringkat keempat untuk pengeluaran makanan, dengan pertumbuhan non makanan yang cukup signifikan.