Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kota Mojokerto untuk sabun mandi pada tahun 2025 mencapai 68663 Rupiah per orang per bulan. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 10,5 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih penurunan sebesar 8057 Rupiah per kapita setiap bulannya. Sepanjang periode 2018 sampai 2025, tercatat pengeluaran tertinggi untuk kebutuhan sabun mandi terjadi pada tahun 2022 dengan nilai 80638 Rupiah per kapita per bulan.
(Baca: 13,85% Penduduk di Kota Gunung Sitoli Masuk Kategori Miskin)
Sepanjang 8 tahun pengamatan, pengeluaran sabun mandi masyarakat Kota Mojokerto menunjukkan pergerakan naik secara bertahap sejak tahun 2018 hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2022. Setelah tahun 2022, terjadi penurunan pada tahun 2023, kemudian naik sedikit pada tahun 2024, sebelum akhirnya kembali turun pada tahun 2025. Secara kumulatif, pengeluaran untuk sabun mandi di wilayah ini masih lebih tinggi 31 persen dibandingkan nilai pada tahun 2018.
Pengeluaran untuk sabun mandi Kota Mojokerto menempati urutan ke 12 dari seluruh 38 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur. Secara nasional, wilayah ini berada di peringkat 196 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia. Di atas peringkat Kota Mojokerto secara berurutan terdapat Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Gresik dan Kota Madiun yang mencatat pengeluaran sabun mandi lebih tinggi.
Berdasarkan nilai pengeluaran tahun 2025, Kota Surabaya mencatat pengeluaran sabun mandi tertinggi di Jawa Timur dengan nilai 123951 Rupiah per kapita per bulan, diikuti Kabupaten Sidoarjo sebesar 91716 Rupiah, Kabupaten Sumenep 86897 Rupiah, Kabupaten Gresik 81903 Rupiah dan Kota Madiun 81021 Rupiah. Sementara itu Kota Mojokerto mencatat pertumbuhan minus 10,5 persen pada tahun 2025, nilai penurunan ini sama dengan penurunan yang terjadi di Kota Pasuruan pada periode yang sama.
Pengeluaran sabun mandi masyarakat Kota Mojokerto menyumbang sekitar 18,9 persen dari total pengeluaran perawatan pribadi, dan sekitar 4,47 persen dari total pengeluaran barang dan jasa masyarakat per kapita setiap bulannya. Nilai ini juga setara dengan 23,1 persen dari pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan rokok dan tembakau di wilayah yang sama.
Perbandingan Pengeluaran Makanan
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Boven Digoel 2025: Penurunan Jadi Rp1,33 Juta per Bulan)
Badan Pusat Statistik mencatat untuk kategori pengeluaran makanan, Kota Mojokerto berada pada urutan ke 9 dari seluruh wilayah di Jawa Timur dengan nilai 821152 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan ini termasuk salah satu yang tertinggi di antara 10 wilayah teratas Jawa Timur untuk kategori pengeluaran makanan. Hanya Kota Probolinggo dan Kabupaten Blitar yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Kota Mojokerto pada kategori ini.
Perbandingan Pengeluaran Bukan Makanan
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kota Mojokerto menempati urutan ke 14 di Provinsi Jawa Timur dengan nilai 716058 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pertumbuhan ini berada di bawah rata-rata pertumbuhan pengeluaran bukan makanan seluruh wilayah Jawa Timur yang mencapai 5,1 persen pada periode yang sama. Posisi peringkat Kota Mojokerto pada kategori ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Total Pengeluaran Per Kapita
Total pengeluaran masyarakat Kota Mojokerto untuk seluruh kategori makanan dan bukan makanan mencapai 1537210 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Nilai ini menempatkan Kota Mojokerto pada urutan ke 12 dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan total pengeluaran Provinsi Jawa Timur yang hanya mencapai 4,2 persen sepanjang tahun 2025.
Perbandingan Antar Wilayah
Dibandingkan wilayah sekitarnya, Kota Mojokerto memiliki total pengeluaran per kapita yang lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Lamongan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tuban dan seluruh wilayah di bagian timur dan selatan Jawa Timur. Sementara itu Kota Mojokerto masih berada di bawah pengeluaran total Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik yang secara konsisten menempati lima urutan teratas pengeluaran per kapita di Provinsi Jawa Timur selama tiga tahun terakhir.