Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Bantul pada tahun 2024 mencapai 305.894 rupiah. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih pengeluaran sebesar 18.030,1 rupiah dari tahun 2023 yang mencapai 287.863,7 rupiah. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 97 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut yang sebesar 315.362 rupiah.
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran makanan dan minuman jadi di Kabupaten Bantul menunjukkan pola naik turun. Tahun 2018, angka ini berada di 207.730 rupiah, kemudian naik menjadi 236.292 rupiah (tumbuh 13,7 persen) pada 2019, dan terus meningkat ke 257.473 rupiah (tumbuh 9 persen) pada 2020. Namun, pada tahun 2021 terjadi penurunan sebesar 9,8 persen menjadi 232.184 rupiah, sebelum kembali naik pada 2022 (tumbuh 8,9 persen menjadi 252.779 rupiah), 2023 (tumbuh 13,9 persen menjadi 287.864 rupiah), dan 2024 (tumbuh 6,3 persen menjadi 305.894 rupiah). Tahun dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2023 dengan 13,9 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada 2021 dengan 9,8 persen.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Armenia 2015 - 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan Kabupaten Bantul pada peringkat ketiga dalam pengeluaran makanan dan minuman jadi seprovinsi DI Yogyakarta tahun 2024, di bawah Kota Yogyakarta (peringkat pertama, 402.247 rupiah) dan Kabupaten Sleman (peringkat kedua, 386.055 rupiah). Dua kabupaten lainnya, Kabupaten Kulonprogo berada di peringkat keempat dengan 171.650 rupiah dan Kabupaten Gunung Kidul di peringkat kelima dengan 162.224 rupiah. Dibandingkan tahun sebelumnya, peringkat Kabupaten Bantul tetap sama, tidak ada perubahan dalam urutan seprovinsi.
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, pengeluaran makanan dan minuman jadi di Kabupaten Bantul menempati peringkat 31 di pulau Jawa dan peringkat 55 di antara seluruh kabupaten/kota se-Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat Bantul untuk kategori ini berada di level menengah dibandingkan wilayah lain di pulau Jawa dan nasional.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kabupaten Bantul tahun 2024 adalah 315.362 rupiah. Selain pengeluaran makanan dan minuman jadi, kategori dengan nilai tertinggi di antara data pendukung adalah rokok dan tembakau sebesar 113.055 rupiah, diikuti oleh sabun mandi (69.956 rupiah), perawatan (66.010 rupiah), dan kecantikan (53.579 rupiah).
Kota Yogyakarta
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Yogyakarta tahun 2024 mencapai 1.414.471 rupiah, tumbuh sebesar 0 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1.414.249 rupiah. Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, angka tahun 2024 adalah 2.248.256 rupiah, tumbuh 0,2 persen dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Yogyakarta tahun 2024 adalah 833.785 rupiah, tumbuh 19,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 699.747 rupiah. Kota Yogyakarta menempati peringkat pertama dalam pengeluaran bukan makanan dan pengeluaran makanan serta bukan makanan seprovinsi, dan peringkat kedua dalam pengeluaran makanan di bawah Kabupaten Sleman.
Kabupaten Sleman
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Utara 2015 - 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Sleman tahun 2024 mencapai 1.297.903 rupiah, tumbuh sebesar 24,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.045.997 rupiah. Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, angka tahun 2024 adalah 2.181.910 rupiah, menurun 15 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 2.567.733 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Sleman tahun 2024 adalah 884.007 rupiah, tumbuh 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 743.706 rupiah. Kabupaten Sleman menempati peringkat kedua dalam pengeluaran bukan makanan, peringkat kedua dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan peringkat pertama dalam pengeluaran makanan seprovinsi.
Kabupaten Bantul
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Bantul tahun 2024 mencapai 976.696 rupiah, tumbuh sebesar 18,9 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 821.199 rupiah. Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, angka tahun 2024 adalah 1.730.550 rupiah, menurun 15,6 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 2.050.394 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Bantul tahun 2024 adalah 753.854 rupiah, tumbuh 18,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 635.584 rupiah. Kabupaten Bantul menempati peringkat ketiga dalam ketiga kategori pengeluaran tersebut seprovinsi DI Yogyakarta.
Kabupaten Kulonprogo
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Kulonprogo tahun 2024 mencapai 616.788 rupiah, tumbuh sebesar 7,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 575.885 rupiah. Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, angka tahun 2024 adalah 1.152.289 rupiah, menurun 13,9 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.337.986 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Kulonprogo tahun 2024 adalah 535.501 rupiah, tumbuh 8,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 493.247 rupiah. Kabupaten Kulonprogo menempati peringkat keempat dalam pengeluaran bukan makanan dan peringkat kelima dalam pengeluaran makanan serta bukan makanan seprovinsi.
Kabupaten Gunung Kidul
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Gunung Kidul tahun 2024 mencapai 574.926 rupiah, tumbuh sebesar 42,1 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 404.670 rupiah. Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, angka tahun 2024 adalah 1.163.484 rupiah, menurun 1,2 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 1.178.177 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Gunung Kidul tahun 2024 adalah 588.557 rupiah, tumbuh 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 466.933 rupiah. Kabupaten Gunung Kidul menempati peringkat kelima dalam pengeluaran bukan makanan dan peringkat keempat dalam pengeluaran makanan serta bukan makanan seprovinsi.