Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Pacitan tahun 2024 mencapai 32.638 rupiah, turun 27.1% dibandingkan tahun sebelumnya (44.750 rupiah). Wilayah ini menempati rank ke-35 di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Timur, rank ke-114 di pulau Jawa, dan rank ke-477 di seluruh Indonesia untuk indikator ini.
(Baca: PDRB ADHB per Kapita di Kabupaten Jayawijaya Periode 2019-2024)
Jika dibandingkan dengan pengeluaran total per kapita sebulan (154.232 rupiah), pengeluaran untuk perawatan kulit hanya menyumbang sekitar 21,1% dari total tersebut. Pengeluaran untuk perawatan kulit juga lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi (167.436 rupiah), rokok dan tembakau (56.462 rupiah), serta sabun mandi (41.208 rupiah).
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Pacitan mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran sebesar 25.495 rupiah, lalu naik 40,9% menjadi 35.931 rupiah pada 2019, naik sedikit 13,4% menjadi 40.759 rupiah pada 2020, turun 16,7% menjadi 33.937 rupiah pada 2021, naik sedikit 9% menjadi 36.985 rupiah pada 2022, naik 21% menjadi 44.750 rupiah (pengeluaran tertinggi) pada 2023, sebelum turun 27,1% menjadi 32.638 rupiah pada 2024.
Dibandingkan dengan lima kabupaten/kota dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di Jawa Timur tahun 2024, Kabupaten Pacitan memiliki nilai yang jauh lebih rendah. Kota Surabaya menempati rank pertama dengan pengeluaran 102.806 rupiah, turun 13,6% dari tahun sebelumnya. Kabupaten Sidoarjo rank kedua dengan 96.645 rupiah, turun 26% dari tahun sebelumnya. Kota Malang rank ketiga dengan 96.117 rupiah, naik 3,4% dari tahun sebelumnya. Kota Madiun rank keempat dengan 90.081 rupiah, turun 24,4% dari tahun sebelumnya. Kota Pasuruan rank kelima dengan 84.870 rupiah, naik 26,9% dari tahun sebelumnya.
Kota Surabaya
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja dan Persentase Pengangguran di Kabupaten Tana Toraja)
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Surabaya tahun 2024 mencapai 1.541.006 rupiah, naik 34% dari tahun sebelumnya (1.149.687 rupiah). Pengeluaran untuk makanan tahun 2024 sebesar 1.061.445 rupiah, naik 29,6% dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) turun sedikit 2,3% menjadi 2.602.451 rupiah dari tahun sebelumnya (2.663.433 rupiah). Kota Surabaya menempati rank pertama di Jawa Timur untuk ketiga indikator tersebut, menunjukkan posisinya sebagai wilayah dengan pengeluaran masyarakat tertinggi di provinsi.
Kabupaten Sidoarjo
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Sidoarjo tahun 2024 sebesar 1.077.404 rupiah, naik 14,7% dari tahun sebelumnya (939.077 rupiah). Pengeluaran untuk makanan tahun 2024 mencapai 881.851 rupiah, naik 16% dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan turun sedikit 7% menjadi 1.959.255 rupiah dari tahun sebelumnya (2.106.829 rupiah). Kabupaten Sidoarjo menempati rank keempat untuk pengeluaran makanan, rank keempat untuk bukan makanan, dan rank ketiga untuk total pengeluaran di Jawa Timur.
Kota Malang
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Malang tahun 2024 sebesar 1.216.228 rupiah, naik 4,5% dari tahun sebelumnya (1.163.347 rupiah). Pengeluaran untuk makanan tahun 2024 mencapai 738.690 rupiah, naik 3,3% dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan turun sedikit 10,8% menjadi 1.954.918 rupiah dari tahun sebelumnya (2.192.106 rupiah). Kota Malang menempati rank kedua untuk bukan makanan, rank sepuluh untuk makanan, dan rank keempat untuk total pengeluaran di Jawa Timur.
Kabupaten Pacitan
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Pacitan tahun 2024 sebesar 401.501 rupiah, naik 20% dari tahun sebelumnya (334.513 rupiah). Pengeluaran untuk makanan tahun 2024 mencapai 520.496 rupiah, naik 21,6% dari tahun sebelumnya (428.188 rupiah). Total pengeluaran per kapita sebulan turun sedikit 11,7% menjadi 921.996 rupiah dari tahun sebelumnya (1.044.663 rupiah). Kabupaten Pacitan menempati rank ke-35 untuk ketiga indikator tersebut di Jawa Timur, menunjukkan posisinya sebagai wilayah dengan pengeluaran masyarakat lebih rendah dibandingkan kota-kota besar di provinsi.