Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Toraja Utara pada tahun 2024 sebesar 99.738 Rupiah per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan penurunan sedikit sebesar 1,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 101.313 Rupiah per kapita per bulan. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya turun 1.575 Rupiah, dimana nilai pengeluaran dua tahun sebelumnya adalah 94.102 Rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perkotaan Periode 2013-2025)
Bandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang mencapai 142.455 Rupiah, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 70 persen dari total tersebut. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (12.054 Rupiah) dan perawatan (54.277 Rupiah), namun jauh lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 134.469 Rupiah per kapita per bulan.
Secara historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Toraja Utara menunjukkan fluktuasi. Tahun 2019 mencatat kenaikan tertinggi sebesar 20,7 persen dibandingkan tahun 2018, sedangkan penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan penurunan sebesar 11,8 persen dibandingkan tahun 2020. Rata-rata pengeluaran selama tujuh tahun ini sekitar 97.732 Rupiah per kapita per bulan, dimana tahun 2021 mencatat nilai tertinggi sebesar 106.653 Rupiah.
Dalam perbandingan seprovinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Toraja Utara menempati urutan ke-23 dari 24 kabupaten/kota pada tahun 2024. Urutan ini sama dengan tahun sebelumnya, dimana lima kabupaten/kota dengan pengeluaran tertinggi untuk makanan dan minuman jadi adalah Kota Makassar (256.128 Rupiah) dengan pertumbuhan 3 persen, Kota Palopo (248.024 Rupiah) dengan pertumbuhan 1,9 persen, Kabupaten Bantaeng (241.707 Rupiah) dengan pertumbuhan 38,9 persen, Kabupaten Pinrang (231.885 Rupiah) dengan pertumbuhan 16,5 persen, dan Kabupaten Sidenreng Rappang (231.035 Rupiah) dengan pertumbuhan 23,4 persen. Kabupaten Bone menempati urutan terakhir dengan pengeluaran 98.987 Rupiah dan pertumbuhan 5,6 persen.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Timur 2015 - 2024)
Kota Makassar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Makassar pada tahun 2024 sebesar 1.803.702 Rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai 791.682 Rupiah dengan pertumbuhan 5,7 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 1.012.020 Rupiah dengan pertumbuhan 8,9 persen. Kota Makassar menempati urutan pertama seprovinsi untuk kedua indikator tersebut, menunjukkan kapasitas pengeluaran masyarakat yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Sulawesi Selatan. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kota Makassar juga menjadi tertinggi seprovinsi, mencerminkan permintaan besar terhadap produk makanan dan minuman jadi di wilayah ini.
Kota Palopo
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Palopo pada tahun 2024 sebesar 1.583.231 Rupiah, mengalami penurunan sebesar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai 760.855 Rupiah dengan pertumbuhan 24,2 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 822.375 Rupiah dengan pertumbuhan 21,3 persen. Kota Palopo menempati urutan kedua seprovinsi untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan, serta urutan kedua untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi. Pertumbuhan pengeluaran makanan yang signifikan menunjukkan masyarakat Kota Palopo meningkatkan pengeluaran pada sektor makanan, termasuk makanan dan minuman jadi, meskipun total pengeluaran mengalami penurunan.
Kabupaten Bantaeng
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Bantaeng pada tahun 2024 sebesar 1.359.035 Rupiah, mengalami kenaikan sebesar 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai 759.120 Rupiah dengan pertumbuhan 34 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 599.915 Rupiah dengan pertumbuhan 40,5 persen. Kabupaten Bantaeng menempati urutan ketiga seprovinsi untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi, dengan pertumbuhan sangat signifikan sebesar 38,9 persen pada tahun 2024. Kenaikan besar ini menunjukkan masyarakat Kabupaten Bantaeng mengalami peningkatan kapasitas pengeluaran, terutama pada sektor makanan dan minuman jadi.
Kabupaten Pinrang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Pinrang pada tahun 2024 sebesar 1.188.659 Rupiah, mengalami penurunan sebesar 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai 636.272 Rupiah dengan pertumbuhan 27,8 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 552.387 Rupiah dengan pertumbuhan 17,6 persen. Kabupaten Pinrang menempati urutan keempat seprovinsi untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi, dengan pertumbuhan sebesar 16,5 persen pada tahun 2024. Meskipun total pengeluaran mengalami penurunan, pertumbuhan pengeluaran makanan yang signifikan menunjukkan masyarakat Kabupaten Pinrang masih memprioritaskan pengeluaran pada sektor makanan.