Badan Pusat Statistik mencatat besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2024 sebesar 124396 rupiah per kapita per bulan, mengalami pertumbuhan 16,7% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 41,5% dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut, yang mencapai 299815 rupiah.
Data historis dari tahun 2018 hingga 2023 menunjukkan tren pengeluaran rokok dan tembakau yang cenderung naik sebelum mengalami penurunan drastis di 2023. Tahun 2018, pengeluaran sebesar 100832 rupiah, naik sedikit 2,1% ke tahun 2019 (102913 rupiah), naik 5,9% ke tahun 2020 (109025 rupiah), naik 6,6% ke tahun 2021 (116269 rupiah), naik sedikit 1,5% ke tahun 2022 (118057 rupiah), sebelum turun 9,7% ke tahun 2023 (106604 rupiah). Anomali ini terjadi setelah lima tahun berturut-turut pengeluaran mengalami kenaikan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kep. Bangka Belitung 2015 - 2024)
Di provinsi Papua, Kabupaten Kepulauan Yapen berada di urutan ke-6 dalam peringkat pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Wilayah dengan pengeluaran tertinggi di provinsi adalah Kabupaten Keerom (208651 rupiah, pertumbuhan 19,6%), diikuti Kabupaten Jayapura (188032 rupiah, turun 27,7%), Kabupaten Sarmi (164403 rupiah, naik 52,1%), Kota Jayapura (141365 rupiah, turun 20%), dan Kabupaten Mamberamo Raya (137387 rupiah, naik 20,2%).
Pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Kepulauan Yapen lebih tinggi dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan (31085 rupiah), tapi lebih rendah dari pengeluaran perawatan (95568 rupiah) dan sabun mandi (96757 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi di wilayah ini sebesar 200724 rupiah, yang lebih tinggi dari pengeluaran rokok dan tembakau.
Kota Jayapura
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Jayapura tahun 2024 sebesar 1131493 rupiah, turun sedikit 0,3% dari tahun sebelumnya (1134848,44 rupiah). Pengeluaran total makanan dan bukan makanan turun 23,6% menjadi 1919406 rupiah, sedangkan pengeluaran makanan turun 11,1% menjadi 787913 rupiah. Kota Jayapura tetap berada di urutan pertama dalam pengeluaran bukan makanan dan total makanan-bukan makanan di provinsi Papua, meskipun mengalami penurunan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran per Kapita per Bulan untuk Makanan Periode 2013-2024)
Kabupaten Jayapura
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Jayapura tahun 2024 sebesar 859295 rupiah, naik 13,8% dari tahun sebelumnya (755316,46 rupiah). Pengeluaran total makanan dan bukan makanan turun 24,9% menjadi 1825477 rupiah, sedangkan pengeluaran makanan naik 35,4% menjadi 966182 rupiah. Kabupaten Jayapura berada di urutan kedua dalam pengeluaran bukan makanan dan total makanan-bukan makanan di provinsi Papua.
Kabupaten Keerom
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Keerom tahun 2024 sebesar 644245 rupiah, naik 40,4% dari tahun sebelumnya (458971,42 rupiah). Pengeluaran total makanan dan bukan makanan naik 14,7% menjadi 1425253 rupiah, sedangkan pengeluaran makanan naik 36,9% menjadi 781008 rupiah. Kabupaten Keerom berada di urutan ketiga dalam pengeluaran bukan makanan di provinsi Papua dengan pertumbuhan tertinggi di antara wilayah lain.
Kabupaten Biak Numfor
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Biak Numfor tahun 2024 sebesar 633252 rupiah, naik 38,2% dari tahun sebelumnya (458053,98 rupiah). Pengeluaran total makanan dan bukan makanan turun sedikit 2,3% menjadi 1232573 rupiah, sedangkan pengeluaran makanan naik 28,6% menjadi 599321 rupiah. Kabupaten Biak Numfor berada di urutan keempat dalam pengeluaran bukan makanan di provinsi Papua.