Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Gianyar tahun 2024 sebesar 295.135 Rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat ke-4 di antara kabupaten/kota seprovinsi Bali dan peringkat ke-143 di seluruh Indonesia untuk kategori pengeluaran ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Belitung Timur | 2024)
Sejak tahun 2018, pengeluaran aneka barang dan jasa di Kabupaten Gianyar menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, nilainya sebesar 141.639 Rupiah per kapita per bulan, lalu naik 60,6 persen menjadi 227.439 Rupiah pada 2019. Tahun 2020, pengeluaran turun 10,3 persen menjadi 203.901 Rupiah, sebelum kembali naik signifikan 51,1 persen menjadi 308.045 Rupiah pada 2021. Tahun 2022, pengeluaran turun 17,9 persen menjadi 252.968 Rupiah, lalu naik 16,5 persen menjadi 294.663 Rupiah pada 2023, dan akhirnya naik sedikit 0,2 persen pada 2024. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2021, sedangkan terendah pada tahun 2018.
Data pendukung dari BPS menunjukkan pengeluaran per kapita sebulan untuk kategori sub-barang di Kabupaten Gianyar tahun 2024 mencakup kecantikan sebesar 40.739 Rupiah, makanan jadi sebesar 277.760 Rupiah, perawatan sebesar 77.552 Rupiah, rokok dan tembakau sebesar 107.357 Rupiah, serta sabun mandi sebesar 84.255 Rupiah. Dibandingkan rata-rata pengeluaran tiga tahun terakhir (2021-2023) yang sebesar sekitar 285.225 Rupiah per kapita per bulan, pengeluaran tahun 2024 sedikit lebih tinggi dari rata-rata tersebut.
Pada tahun 2024, lima kabupaten/kota dengan pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi di Bali adalah Kota Denpasar (510.445 Rupiah per kapita per bulan, turun 1,8 persen dibanding tahun sebelumnya, peringkat 1), Kabupaten Badung (450.365 Rupiah, naik 18,8 persen, peringkat 2), Kabupaten Tabanan (337.151 Rupiah, naik 7,3 persen, peringkat 3), Kabupaten Gianyar (295.135 Rupiah, naik 0,2 persen, peringkat 4), dan Kabupaten Bangli (272.489 Rupiah, turun 7 persen, peringkat 5). Peringkat Kabupaten Gianyar tetap sama dengan tahun sebelumnya.
Kota Denpasar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Denpasar tahun 2024 sebesar 1.639.727 Rupiah, naik 31,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat 1 di provinsi Bali. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 2.621.625 Rupiah, naik 5,3 persen dari tahun 2023. Pengeluaran makanan sebesar 981.898 Rupiah, naik 34,4 persen dan menempati peringkat 2 di Bali.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Jawa Timur 2018 - 2024)
Kabupaten Badung
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Badung tahun 2024 sebesar 1.502.940 Rupiah, naik 45,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat 2 di provinsi Bali. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 2.584.651 Rupiah, naik 10,2 persen dari tahun 2023. Pengeluaran makanan sebesar 1.081.710 Rupiah, naik 52,9 persen dan menempati peringkat 1 di Bali.
Kabupaten Tabanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Tabanan tahun 2024 sebesar 962.775 Rupiah, naik 69,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat 4 di provinsi Bali. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 1.694.324 Rupiah, turun 7,7 persen dari tahun 2023. Pengeluaran makanan sebesar 731.549 Rupiah, naik 38,5 persen dan menempati peringkat 5 di Bali.
Kabupaten Bangli
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Bangli tahun 2024 sebesar 746.034 Rupiah, naik 26,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat 5 di provinsi Bali. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 1.531.404 Rupiah, naik 0,1 persen dari tahun 2023. Pengeluaran makanan sebesar 785.370 Rupiah, naik 29,5 persen dan menempati peringkat 4 di Bali.