Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2024 mencapai 30817 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 6 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 29078 rupiah. Peningkatan ini terjadi setelah pada tahun sebelumnya wilayah ini mencatat penurunan sebesar 30,6 persen dari tahun 2021. Selama periode 2018 hingga 2024, catatan pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan nilai mencapai 41898 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bengkulu 2025)
Nilai pengeluaran perawatan kulit ini menyumbang sekitar 18,7 persen dari total pengeluaran per kapita bulanan untuk kategori kecantikan, dan hanya 2,9 persen dari total pengeluaran barang dan jasa umum masyarakat Kabupaten Pandeglang. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai perawatan kulit hanya mencapai 19,1 persen dari pengeluaran bulanan masyarakat untuk kategori tersebut. Sementara itu, nilai pengeluaran perawatan kulit juga lebih kecil 10060 rupiah dibandingkan pengeluaran bulanan untuk sabun mandi per kapita.
Selama tujuh tahun pencatatan, pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun secara jelas. Setelah tahun 2018 hingga 2020 bergerak stabil di kisaran 26 ribu hingga 27 ribu rupiah, nilai ini naik 10,6 persen pada tahun 2021, kemudian melonjak 43,7 persen pada tahun 2022 menjadi pengeluaran tertinggi sepanjang periode data. Anomali penurunan besar terjadi setelah tahun 2022, dimana nilai turun 30,6 persen pada tahun 2023 sebelum akhirnya kembali naik sedikit pada tahun 2024.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Banten, Kabupaten Pandeglang menempati urutan ke 8 dari seluruh 8 kabupaten dan kota di provinsi ini untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Urutan ini tidak berubah dibandingkan catatan tahun sebelumnya. Kota Tangerang Selatan menempati urutan pertama dengan pengeluaran 157771 rupiah, disusul Kota Tangerang 126544 rupiah, Kota Cilegon 79618 rupiah, Kabupaten Tangerang 74897 rupiah dan Kabupaten Serang 54163 rupiah. Seluruh wilayah di atas Kabupaten Pandeglang mencatat nilai pengeluaran lebih dari dua kali lipat nilai di Kabupaten Pandeglang.
Kabupaten Pandeglang
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Lingga Rp.57,83 Juta Data per 2025)
Untuk total pengeluaran per kapita bulanan gabungan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Pandeglang tercatat sebesar 1039210 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan tetap menempati urutan terakhir seprovinsi Banten. Pengeluaran makanan per kapita di wilayah ini mencapai 626281 rupiah, mengalami kenaikan 4,8 persen, sementara pengeluaran bukan makanan justru turun 4,1 persen menjadi 412929 rupiah pada tahun yang sama. Seluruh indikator pengeluaran umum di wilayah ini konsisten berada di urutan terbawah dibandingkan tujuh wilayah lain di Provinsi Banten.
Kota Tangerang Selatan
Kota Tangerang Selatan mencatat total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan sebesar 2820085 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, menempati urutan pertama seprovinsi Banten. Wilayah ini mencatat kenaikan 9,4 persen untuk total pengeluaran, dengan kenaikan 6 persen untuk pengeluaran makanan dan 11,6 persen untuk pengeluaran bukan makanan. Nilai total pengeluaran di kota ini hampir tiga kali lipat dari nilai total pengeluaran yang tercatat di Kabupaten Pandeglang. Sementara itu untuk pengeluaran perawatan kulit, kota ini mencatat penurunan sedikit sebesar 2,4 persen pada tahun 2024 namun tetap mempertahankan urutan pertama.
Kota Tangerang
Kota Tangerang menempati urutan kedua seprovinsi Banten untuk total pengeluaran per kapita, dengan nilai mencapai 2714184 rupiah pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat penurunan 11,1 persen untuk total pengeluaran tahun ini, yang dipicu penurunan 16,2 persen untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Sementara untuk kategori makanan, wilayah ini masih mencatat penurunan sebesar 3,9 persen. Khusus untuk pengeluaran perawatan kulit, kota ini juga mencatat penurunan sebesar 30,3 persen pada tahun 2024, namun tetap mempertahankan urutan kedua seprovinsi dengan nilai lima kali lebih besar dari Kabupaten Pandeglang.
Kabupaten Lebak
Kabupaten Lebak menempati urutan ketujuh seprovinsi Banten untuk total pengeluaran per kapita, dengan nilai tercatat 1192926 rupiah pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat kenaikan 4,3 persen untuk total pengeluaran, yang didorong kenaikan 7,3 persen untuk kategori pengeluaran makanan. Sementara itu pengeluaran bukan makanan di wilayah ini turun sedikit sebesar 0,6 persen pada tahun yang sama. Untuk kategori pengeluaran perawatan kulit, Kabupaten Lebak mencatat kenaikan 12 persen pada tahun 2024 menjadi 39616 rupiah, dan tetap berada satu peringkat di atas Kabupaten Pandeglang.