Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada tahun 2025 mencapai 425584 Rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 39,7 persen dibandingkan tahun 2024, dengan penambahan nilai sebesar 120971 Rupiah per orang setiap bulannya. Pada tahun 2025 ini, Kabupaten Hulu Sungai Tengah menempati urutan pertama seluruh kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan untuk kategori pengeluaran ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Bondowoso | 2025)
Sepanjang periode 2018 hingga 2025, catatan pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat sedikit turun 2,9 persen, kemudian naik 7,5 persen pada 2020, sedikit turun kembali 2,3 persen pada 2021, lalu turun 11,2 persen pada 2022. Setelah tahun 2022, angka pengeluaran terus naik selama tiga tahun berturut-turut hingga mencapai nilai tertinggi pada tahun 2025.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025 ini menyumbang 27,3 persen dari total pengeluaran per kapita makanan wilayah ini, dan sebesar 27,2 persen dari total pengeluaran seluruh barang dan jasa per kapita per bulan. Jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir, angka tahun 2025 berada 68 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran periode 2018 sampai 2022. Terjadi lonjakan kenaikan paling besar pada tahun 2023 dengan kenaikan 42,8 persen, yang menjadi satu-satunya periode kenaikan di atas 40 persen dalam catatan 8 tahun terakhir.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah se-Provinsi Kalimantan Selatan, setelah Kabupaten Hulu Sungai Tengah urutan kedua ditempati Kabupaten Tabalong dengan nilai pengeluaran 398865 Rupiah dan pertumbuhan 21,6 persen. Urutan ketiga adalah Kota Banjar Baru sebesar 337246 Rupiah dengan pertumbuhan 3,5 persen, diikuti Kota Banjarmasin sebesar 327937 Rupiah yang mengalami penurunan 9,5 persen pada tahun 2025. Seluruh kabupaten lain di bawah urutan keempat memiliki nilai pengeluaran di bawah 310 ribu Rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Badan Pusat Statistik menunjukkan untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan per kapita, Kabupaten Hulu Sungai Tengah mencapai 1560971 Rupiah per bulan pada tahun 2025. Angka ini mengalami kenaikan 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan kedelapan dari tiga belas kabupaten kota di Kalimantan Selatan. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, wilayah ini tercatat hanya tumbuh 2 persen, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi yang hampir menyentuh 40 persen pada periode yang sama.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Natuna 2025: Penurunan Tajam Jadi Rp1,46 Juta per Bulan)
Kota Banjar Baru
Kota Banjar Baru menempati urutan pertama seluruh wilayah Kalimantan Selatan untuk total pengeluaran per kapita dengan nilai 2212576 Rupiah per bulan pada tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 11,1 persen, dengan pengeluaran bukan makanan tumbuh 13 persen dan pengeluaran makanan tumbuh 8,9 persen. Meskipun menjadi wilayah dengan daya beli tertinggi secara keseluruhan, pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi Kota Banjar Baru hanya mencapai 3,5 persen, jauh tertinggal dibandingkan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tabalong berada di urutan kedua provinsi untuk total pengeluaran per kapita dengan nilai 2208850 Rupiah per bulan tahun 2025, hampir menyamai nilai Kota Banjar Baru. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 24,3 persen, menjadi yang tertinggi pertumbuhannya di seluruh Kalimantan Selatan pada tahun 2025. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini tumbuh 29,1 persen, sedangkan pengeluaran makanan tumbuh 19,6 persen, dengan pengeluaran makanan dan minuman jadi tumbuh 21,6 persen.
Kota Banjarmasin
Kota Banjarmasin menempati urutan keempat provinsi untuk total pengeluaran per kapita dengan nilai 1864256 Rupiah per bulan tahun 2025. Wilayah ini menjadi satu-satunya kota besar di Kalimantan Selatan yang mencatat penurunan untuk hampir seluruh kategori pengeluaran. Total pengeluaran turun 1,3 persen, pengeluaran bukan makanan turun 2,8 persen, dan khusus untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tercatat turun 9,5 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.