- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat, PDB Paritas Daya Beli (PPP) Papua Nugini pada 2024 mencapai 2.73 Unit. Data ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 2.62 Unit. Peningkatan ini mengindikasikan adanya pertumbuhan ekonomi di Papua Nugini, meskipun tidak signifikan.
Secara historis, PDB PPP Papua Nugini mengalami fluktuasi. Pada periode 2015-2018 terlihat adanya kenaikan dari 2.16 menjadi 2.49 Unit. Kemudian pada 2019 sempat turun menjadi 2.47 Unit, sebelum kembali naik dan mencapai puncaknya pada 2022 sebesar 2.84 Unit. Namun, pada 2023 terjadi penurunan signifikan menjadi 2.62 Unit, sebelum akhirnya kembali naik tipis di tahun 2024.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kamboja 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Papua Nugini terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), pertumbuhan PDB PPP Papua Nugini menunjukkan dinamika yang menarik. Setelah mencapai puncak pada 2022, terjadi penurunan tajam pada 2023 turun 7.67%. Meski demikian, pada 2024, pertumbuhan kembali positif sebesar 4%. Rata-rata pertumbuhan selama tiga tahun terakhir ini menunjukkan adanya pemulihan ekonomi setelah penurunan yang signifikan.
Jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir, terlihat bahwa pertumbuhan pada 2024 masih di bawah rata-rata. Kenaikan tertinggi dalam 10 tahun terakhir terjadi pada 2018 sebesar 7.34% dan 2022 sebesar 7.37%. Penurunan terdalam terjadi pada 2023 yaitu turun 7.67%. Anomali ini perlu dicermati lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Menurut IMF, peringkat Papua Nugini berdasarkan PDB PPP di regional Oseania tetap stabil di posisi ke-3 selama periode 2015-2024. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi fluktuasi pertumbuhan, posisi relatif Papua Nugini di kawasan tersebut tidak mengalami perubahan signifikan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Serdang Bedagai | 2024)
IMF memproyeksikan PDB PPP Papua Nugini akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Pada 2025, diproyeksikan mencapai 2.8 Unit dengan pertumbuhan 2.64%. Proyeksi ini menunjukkan tren positif, meskipun pertumbuhan diproyeksikan melambat dalam beberapa tahun berikutnya. Pada 2028 pertumbuhan hanya 0.66%.
Di antara negara-negara Oseania yang datanya tersedia, pertumbuhan PDB PPP Papua Nugini pada 2024 (4%) lebih tinggi dibandingkan Kiribati yang mengalami kontraksi turun 0.38%. Namun, Papua Nugini masih berada di bawah Australia (1.434) dan Selandia Baru (1.481) dalam hal nilai PDB PPP harga berlaku.