Badan Pusat Statistik mencatat masyarakat Kabupaten Manokwari pada tahun 2024 mengeluarkan rata-rata 46647 rupiah per kapita setiap bulan untuk keperluan kecantikan. Nilai ini bertambah sedikit sebesar 0,6 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 284,6 rupiah per orang setiap bulannya. Sepanjang periode pengamatan 7 tahun terakhir, angka pengeluaran kecantikan wilayah ini mencatat pengeluaran tertinggi pada tahun 2024, dan tercatat sebagai urutan kedua tertinggi se-Provinsi Papua Barat.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tengah 2025)
Badan Pusat Statistik mencatat nilai pengeluaran kecantikan ini setara dengan 11,47 persen dari rata-rata pengeluaran aneka barang jasa per kapita per bulan Kabupaten Manokwari. Jika dibandingkan dengan pos pengeluaran lain, nilai ini setara dengan 21,8 persen pengeluaran makanan jadi, 50,1 persen pengeluaran perawatan, 21,7 persen pengeluaran rokok dan tembakau, serta 46,9 persen dari pengeluaran sabun mandi masyarakat wilayah ini setiap bulannya.
Sepanjang tujuh tahun pengamatan data sejak 2018, pengeluaran kecantikan Kabupaten Manokwari mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat kenaikan sebesar 61,1 persen menjadi angka kenaikan tertinggi sepanjang periode, kemudian turun sebesar 22,4 persen pada tahun 2020. Setelahnya terjadi kenaikan 12,8 persen pada 2021, turun 8,9 persen pada 2022, naik 49,4 persen pada 2023 dan akhirnya bertambah sedikit pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran kecantikan tiga tahun terakhir sebesar 41348 rupiah, lebih tinggi 27,1 persen dibandingkan rata-rata empat tahun pertama periode pengamatan.
Secara peringkat wilayah, Badan Pusat Statistik menempatkan Kabupaten Manokwari pada urutan kedua dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Urutan pertama dipegang oleh Kabupaten Kaimana dengan pengeluaran 56119 rupiah per kapita per bulan, diikuti Manokwari, kemudian Kabupaten Fak Fak 38727 rupiah, Kabupaten Teluk Bintuni 37636 rupiah dan Kabupaten Manokwari Selatan 36524 rupiah. Hanya Kabupaten Kaimana yang mencatat kenaikan pengeluaran kecantikan selain Manokwari, lima kabupaten lain semuanya mencatat penurunan pada tahun 2024.
Kabupaten Teluk Bintuni
Kabupaten Teluk Bintuni mencatat total pengeluaran per kapita per bulan sebesar 2392406 rupiah untuk seluruh kebutuhan pada tahun 2024, menempati urutan pertama se-Provinsi Papua Barat. Wilayah ini mencatat penurunan 4,8 persen untuk total pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun pengeluaran bukan makanan justru naik sedikit 1,6 persen. Untuk pengeluaran kecantikan, wilayah ini justru mengalami penurunan sebesar 33,5 persen pada tahun 2024, menjadi penurunan terbesar dibandingkan seluruh kabupaten di provinsi ini.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Tapanuli Tengah 2025: Lonjakan Jadi Rp1,2 Juta per Bulan)
Kabupaten Kaimana
Kabupaten Kaimana yang menjadi urutan pertama pengeluaran kecantikan se-provinsi, mencatat total pengeluaran masyarakat per kapita sebesar 1985631 rupiah per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat kenaikan 6,1 persen untuk total pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya, dan menjadi satu-satunya wilayah yang mencatat kenaikan pengeluaran kecantikan di atas satu persen. Peringkat total pengeluaran wilayah ini berada di urutan keempat se-provinsi Papua Barat, namun unggul jauh untuk kategori pengeluaran kecantikan.
Kabupaten Manokwari Selatan
Kabupaten Manokwari Selatan menempati urutan kedua total pengeluaran masyarakat se-provinsi Papua Barat dengan nilai 2153995 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini mencatat kenaikan 4,6 persen untuk total pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya, namun justru mengalami penurunan 25,8 persen untuk pengeluaran kecantikan. Peringkat pengeluaran kecantikan wilayah ini berada di urutan kelima dari tujuh kabupaten yang ada di Provinsi Papua Barat.
Kabupaten Fak Fak
Kabupaten Fak Fak mencatat total pengeluaran per kapita sebesar 1815172 rupiah setiap bulan pada tahun 2024, dengan kenaikan sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan ketiga untuk pengeluaran kecantikan se-provinsi, meskipun mengalami penurunan 11,5 persen dibandingkan tahun 2023. Peringkat total pengeluaran masyarakat wilayah ini konsisten berada di urutan kelima se-Provinsi Papua Barat selama dua tahun berturut-turut.