Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Pidie pada tahun 2024 sebesar 56723 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 1% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 57303 rupiah.
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Pidie menunjukkan pola naik turun: dimulai dari 32529 rupiah pada 2018, mengalami penurunan sedikit pada 2019 menjadi 32161 rupiah, kemudian naik secara signifikan pada 2020 menjadi 44666 rupiah (naik 38,9%), terus naik hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada 2023, sebelum mengalami penurunan sedikit pada 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kendal Periode 2004 - 2024)
Pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Pidie pada 2024 merupakan bagian signifikan dari pengeluaran rumah tangga, dengan nilai yang lebih tinggi daripada rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan sebesar 41590 rupiah di wilayah tersebut. Dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi sebesar 234266 rupiah per kapita sebulan, pengeluaran perawatan kulit masih menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan dari pengeluaran non-makanan.
Dalam perbandingan antar kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Kabupaten Pidie menempati peringkat ke-11 untuk pengeluaran perawatan kulit pada 2024. Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran tertinggi adalah Kota Sabang (103452 rupiah, naik 2,3%), Kota Banda Aceh (93631 rupiah, naik 14,6%), Kabupaten Bener Meriah (91869 rupiah, naik 21,9%), Kabupaten Nagan Raya (81709 rupiah, turun sedikit 14,5%), dan Kota Lhokseumawe (77306 rupiah, naik 7,5%). Peringkat Kabupaten Pidie tetap sama seperti tahun sebelumnya.
Kota Banda Aceh
Kota Banda Aceh memiliki pengeluaran per kapita sebulan untuk non-makanan pada 2024 sebesar 1371277 rupiah, naik 5,8% dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati peringkat ke-1 di Provinsi Aceh. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan non-makanan sebesar 2402683 rupiah, naik 4,2%, juga peringkat ke-1. Pengeluaran makanan sebesar 1031407 rupiah, naik 14,1%, menempati peringkat ke-2. Nilai pengeluaran non-makanan di Kota Banda Aceh hampir tiga kali lipat dari Kabupaten Pidie, yang menunjukkan tingkat pengeluaran rumah tangga yang jauh lebih tinggi di wilayah ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Kapuas Hulu | 2024)
Kota Lhokseumawe
Kota Lhokseumawe mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk non-makanan pada 2024 sebesar 893134 rupiah, naik secara signifikan sebesar 43,4% dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-2 di Aceh. Rata-rata pengeluaran total makanan dan non-makanan sebesar 1692119 rupiah, naik 5,2%, peringkat ke-3. Pengeluaran makanan sebesar 798985 rupiah, naik 35,1%, peringkat ke-8. Pengeluaran perawatan kulit di Kota Lhokseumawe juga lebih tinggi daripada Kabupaten Pidie, dengan nilai 77306 rupiah pada 2024.
Kabupaten Bener Meriah
Kabupaten Bener Meriah memiliki pengeluaran per kapita sebulan untuk non-makanan pada 2024 sebesar 716407 rupiah, naik 34,6% dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-4 di Aceh. Rata-rata pengeluaran total makanan dan non-makanan sebesar 1674833 rupiah, naik 2,8%, peringkat ke-4. Pengeluaran makanan sebesar 958426 rupiah, naik 32,4%, peringkat ke-3. Pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini sebesar 91869 rupiah pada 2024, yang jauh lebih tinggi daripada Kabupaten Pidie, menunjukkan bahwa masyarakat di sini lebih banyak mengalokasikan uang untuk perawatan kulit.
Kabupaten Nagan Raya
Kabupaten Nagan Raya mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk non-makanan pada 2024 sebesar 696057 rupiah, naik 19,7% dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-6 di Aceh. Rata-rata pengeluaran total makanan dan non-makanan sebesar 1816186 rupiah, turun sedikit 15,1%, peringkat ke-2. Pengeluaran makanan sebesar 1120129 rupiah, naik 24,3%, peringkat ke-1 di Aceh. Meskipun pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini mengalami penurunan sedikit pada 2024, nilai sebesar 81709 rupiah masih lebih tinggi daripada Kabupaten Pidie.