Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Kendal tahun 2024 sebesar 9,35 persen, sedikit turun dari 9,39 persen pada tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin di daerah ini sedikit naik 70 orang menjadi 92.710 orang, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik 15.387 orang menjadi 1.093.046 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 0,43 persen, menempatkan Kabupaten Kendal pada urutan ke-52 di Pulau Jawa dan ke-256 se-Indonesia.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perkotaan Periode 2013-2025)
Dari data historis kemiskinan periode 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi di Kabupaten Kendal tercatat pada 2006 sebesar 21,59 persen, sedangkan terendah pada 2024 sebesar 9,35 persen. Pertumbuhan persentase kemiskinan terendah terjadi pada 2018 turun 11,35 persen, sedangkan tertinggi pada 2006 sebesar 7,63 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 9,41 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 9,52 persen. Rank seindonesia Kendal bergeser dari 267 pada 2022 menjadi 266 pada 2023 lalu turun ke 256 pada 2024.
Dibandingkan dengan kabupaten tetangga di Jawa Tengah, persentase kemiskinan Kabupaten Kendal (9,35 persen) lebih tinggi dari Kabupaten Batang (8,73 persen), Pekalongan (8,95 persen), dan Pati (9,17 persen), namun lebih rendah dari Boyolali (9,63 persen), Karanganyar (9,59 persen), dan Cilacap (10,68 persen). Jumlah penduduk miskin Kendal sebesar 92.710 orang, berada di antara jumlah terendah di Batang (68.850 orang) dan tertinggi di Cilacap (186.080 orang). Pertumbuhan persentase kemiskinan Kendal (-0,43 persen) lebih kecil dibandingkan semua tetangga yang mengalami penurunan lebih signifikan.
Kabupaten Batang
Terletak pada urutan ke-279 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan sebesar 8,73 persen, dengan jumlah penduduk miskin sebesar 68.850 orang dari total penduduk 849.686 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp412,20 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan mencapai Rp36,26 juta. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 2,13 persen, lebih besar dibandingkan Kabupaten Kendal, menunjukkan penurunan kemiskinan yang lebih signifikan dalam satu tahun terakhir. Jumlah penduduk tumbuh sebesar 1,74 persen, lebih tinggi dari rata-rata tetangga di sekitarnya, menunjukkan pertumbuhan populasi yang stabil.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Barat 2015 - 2024)
Kabupaten Boyolali
Menempati urutan ke-248 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 9,63 persen, jumlah penduduk miskin sebesar 95.960 orang dari total penduduk 1.110.346 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp442,07 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan sebesar Rp41,69 juta. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 1,83 persen, dengan jumlah penduduk tumbuh sebesar 0,97 persen yang lebih rendah dari tetangga seperti Batang dan Pekalongan, menunjukkan pertumbuhan populasi yang terkendali. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin yang sedikit lebih banyak daripada Kendal, namun penurunan kemiskinan yang lebih signifikan dalam satu tahun terakhir.
Kabupaten Cilacap
Berada di urutan ke-219 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan tertinggi di antara tetangga Kendal, sebesar 10,68 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 186.080 orang dari total penduduk 2.037.899 jiwa, yang merupakan jumlah terendah di antara semua tetangga. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp441,09 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan sebesar Rp67,08 juta yang merupakan yang tertinggi di antara tetangga. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 2,82 persen, dengan jumlah penduduk tumbuh sebesar 0,75 persen yang merupakan yang terendah di antara tetangga, menunjukkan pertumbuhan populasi yang lambat.