IHSG Ditutup Melemah Jelang Libur Imlek (Jumat, 13 Februari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,64% ke level 8.212,27 pada penutupan perdagangan Jumat (13/2/2026).
Penurunan indeks ini terjadi menjelang libur dan cuti bersama Hari Raya Imlek 16-17 Februari 2026.
"Selain pasar terbebani tekanan eksternal, namun juga menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek yang berpotensi mendorong tekanan jual yang diwarnai aksi profit taking," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, dilansir dari Antara.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor saham terkoreksi hari ini. Sektor infrastruktur turun paling dalam 1,23%, diikuti sektor barang baku dan sektor kesehatan yang masing-masing menyusut 1,06% dan 0,96%.
Sementara empat sektor saham lainnya menguat. Sektor transportasi naik 1,66%, diikuti sektor energi dan sektor barang konsumen non-primer yang masing-masing tumbuh 1,32% dan 0,95%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini 2,86 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 49,40 miliar lembar, dan nilai transaksi mencapai Rp24,41 triliun.
Sebanyak 408 saham ditutup melemah hari ini, lalu 267 saham menguat, dan 148 saham stagnan.
Emiten top loser hari ini adalah IFSH yang anjlok 14,93%, diikuti SOTS dan HILL yang masing-masing menyusut 14,91% dan 13,98%.
Di sisi lain, emiten berkode BELL menjadi top gainer setelah terbang 25,17%, disusul ROCK dan TRUK yang masing-masing naik 24,79% dan 24,74%.
Sejalan dengan IHSG, bursa kawasan Asia sore ini umumnya melemah. Indeks Nikkei turun 1,21% ke 56.941,97; indeks Hang Seng turun 1,72% ke 26,567,12; indeks Shanghai turun 1,26% ke 4.082,07; dan indeks Strait Times turun 1,57% ke 4.937,78.
(Baca: IHSG Berbalik Arah Usai Menguat Tiga Hari Beruntun (Kamis, 12 Februari 2026))