Menurut laporan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,18% pada perdagangan 30 Januari 2026.
Meski menguat di penghujung bulan, performa IHSG secara keseluruhan selama Januari 2026 tumbuh negatif, yakni -3,67% (year-to-date/ytd).
Sepanjang Januari 2026, BEI mencatat frekuensi perdagangan saham sebanyak 76,34 juta kali transaksi, dengan volume saham diperdagangkan 1,24 triliun lembar, dan total nilai transaksi Rp698,21 triliun.
(Baca: Pergerakan IHSG pada 2025 Lebih Tinggi dari Indeks Bursa Saham China dan AS)
Pada bulan Januari 2026, KIOS menjadi emiten dengan performa terburuk di BEI, dengan persentase penurunan harga saham 50,75% dibanding akhir bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).
Capaian tersebut menempatkan KIOS di peringkat pertama dalam daftar top losers.
Berikut 20 emiten top losers di BEI selama Januari 2026:
- KIOS: -50,75%
- NRCA: -46,89%
- YELO: -45,33%
- ESTA: -44,55%
- MPXL: -43,18%
- CITY: -43,14%
- FPNI: -41,99%
- RATU: -41,88%
- LINK: -40,54%
- IMPC: -39,44%
- MBSS: -38,98%
- ALII: -38,80%
- COIN: -37,89%
- FUTR: -37,88%
- IATA: -36,81%
- TEBE: -36,40%
- BEEF: -35,53%
- PTRO: -35,47%
- GMTD: -34,13%
- BRPT: -33,94%
(Baca: Meski Ada Gejolak MSCI, 4 Sektor Saham Menguat Sepanjang Januari 2026)