Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) Indonesia periode kedua Juli 2025 sebesar US$97,65 per ton.
Harga tersebut diturunkan 9,03% dari periode pertama Juli 2025 yang sebesar US$107,35 per ton. Harga pada awal Juli itu sempat naik setelah tiga periode dalam dua bulan beruntun sebelumnya terus diturunkan.
Pada periode hingga akhir Juli ini, perubahan kelas batu bara (termasuk HBA) berbeda-beda, ada yang mengalami kenaikan dan penurunan dari awal Juni 2025.
HBA I ditetapkan sebesar US$75,94 per ton. Naik dari periode pertama Juli 2025 yang sebesar US$71,5 per ton.
Selanjutnya HBA II sebesar US$48,35 per ton. Turun dari periode pertama Juli 2025 yang sebesar US$49,78 per ton.
Terakhir, HBA III sebesar US$36 per ton. Naik tipis dari periode awal Juli 2025 yang sebesar US$35,87 per ton.
(Baca: Harga Acuan Batu Bara RI Terus Turun hingga Juni 2025)
Harga acuan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (Kepmen ESDM) Nomor 244.K/MB.01/MEM.B/2025 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batu Bara Acuan untuk Periode Kedua bulan Juli tahun 2025, pada 14 Juli 2025.
Sebelumnya, HBA ditetapkan berdasarkan rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900, dengan kualitas yang disetarakan pada nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 8%, total sulphur 0,8%, dan ash 15%.
HBA juga dibedakan menjadi empat kategori berdasarkan kualitas batu bara, yakni:
- HBA: kesetaraan nilai kalor 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 12,26%, total sulphur 0,66%, dan ash 7,94%.
- HBA I: kesetaraan nilai kalor 5.300 kcal/kg GAR, total moisture 21,32%, total sulphur 0,75%, dan ash 6,04%.
- HBA II: kesetaraan nilai kalor 4.100 kcal/kg GAR, total moisture 35,73%, total sulphur 0,23%, dan ash 3,90%.
- HBA III: kesetaraan nilai kalor 3.400 kcal/kg GAR, total moisture 44,30%, total sulphur 0,24%, dan ash 3,88%.
(Baca: Minerba Sumbang PNBP Terbanyak di ESDM RI 3 Tahun Beruntun)