Rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan bukan makanan di provinsi Bali sebesar Rp.1,44 juta pada 2022. Angka ini turun Rp.-26,01 ribu dibandingkan data tahun sebelumnya yang tercatat Rp.1,47 juta .
(Baca: Harga Beras Kualitas Super I di DKI Jakarta Rp 20.150 per Kg (Selasa, 12 Desember 2023))
Rata-rata pengeluaran di Bali per Desember ini mengalami kenaikan cukup tinggi dibandingkan pertumbuhan terendah Desember 2021 lalu yang tercatat sebesar 2,72 persen. Tahun ini, rata-rata pengeluaran di Bali melambat 1,77 persen.
(Baca: Harga Bawang Merah di Nusa Tenggara Timur Termahal Se-Indonesia (Selasa, 12 Desember 2023))
Seperti tertuang dalam Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan rata-rata pengeluaran tertinggi dalam sembilan tahun di provinsi ini adalah 21,15 persen dan terendah sebesar 3,04 persen, dengan tren rata-rata pengeluaran turun. Pertumbuhan rata-rata pengeluaran tahun ini masih mencatatkan angka lebih tinggi dibandingkan masa sebelum pandemi Covid-19.
Berdasarkan pulau, rata-rata pengeluaran provinsi Bali berada di urutan keempat dari total sembilan provinsi di Jawa Bali dan Nusa Tenggara. Tahun ini, pertumbuhan di provinsi ini tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional.
Berikut ini adalah daftar rata-rata pengeluaran di Jawa Bali dan Nusa Tenggara:
- 1. DKI Jakarta : Rp.2,53 juta
- 2. Banten : Rp.1,62 juta
- 3. DI Yogyakarta : Rp.1,48 juta
- 4. Bali : Rp.1,44 juta
- 5. Jawa Barat : Rp.1,44 juta
- 6. Jawa Timur : Rp.1,17 juta
- 7. Nusa Tenggara Barat : Rp.1,16 juta
- 8. Jawa Tengah : Rp.1,12 juta
- 9. Nusa Tenggara Timur : Rp.884,102,08