Per 21 Oktober, Konsentrasi CO Semakin Tinggi

1
Agus Dwi Darmawan 22/10/2026 17:14 WIB
Image Loader
Memuat...
Titik Panas Harian dan Konsentrasi CO di Enam Kota Rawan Karhutla (22 Juli - 21 Oktober 2026)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menambah titik panas, tetapi juga mengotori udara di kota-kota sekitarnya. Data Databoks dari SiPongi Kementerian Kehutanan dan model kualitas udara Open-Meteo/CAMS untuk periode 22 Juli hingga 21 Oktober 2026 menunjukkan konsentrasi karbon monoksida (CO) di enam kota rawan karhutla, yakni Palangkaraya, Pontianak, Banjarmasin, Palembang, Jambi, dan Pekanbaru, terus bergerak naik.

Sepekan terakhir jadi yang tertinggi

Rata-rata konsentrasi CO di enam kota itu pada 15-21 Oktober 2026 mencapai 4.527 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka ini tertinggi dalam lima pekan terakhir dan naik 11,1 persen dibandingkan pekan sebelumnya (4.076 µg/m³). Pekan-pekan sebelumnya mencatat 3.721 µg/m³ (17-23 September), 3.007 µg/m³ (24-30 September), dan 4.299 µg/m³ (1-7 Oktober).

Nilai harian bergerak lebih tajam. Puncak rata-rata enam kota terjadi pada 7 Oktober 2026 sebesar 6.933 µg/m³, sehari setelah puncak jumlah titik panas. Pada 21 Oktober, rata-rata harian turun ke 2.180 µg/m³ dari 4.710 µg/m³ pada 19 Oktober, tetapi rata-rata sepekan tetap yang tertinggi.

Lebih dari tujuh kali lipat dalam tiga bulan

Rata-rata bulanan CO enam kota naik dari 595 µg/m³ pada 22-31 Juli menjadi 1.450 µg/m³ pada Agustus, 2.876 µg/m³ pada September, dan 4.301 µg/m³ pada 1-21 Oktober. Rata-rata sepekan terakhir 7,6 kali lipat nilai akhir Juli.

Pedoman kualitas udara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2021 menetapkan batas rata-rata 24 jam untuk CO sebesar 4 miligram per meter kubik (4.000 µg/m³). Selama 1-21 Oktober, rata-rata enam kota melampaui batas itu pada 12 dari 21 hari (57,1 persen), sedangkan sepanjang 92 hari pengamatan tercatat 17 hari.

Palangkaraya, Palembang, dan Jambi paling terdampak

Rata-rata CO di Palangkaraya pada Oktober mencapai 10.812 µg/m³, sekitar 12 kali lipat akhir Juli (906 µg/m³), dan melampaui 4.000 µg/m³ pada 20 dari 21 hari. Puncak harian tertinggi seluruh periode juga tercatat di kota ini: 22.090 µg/m³ pada 30 Agustus. Di Palembang, rata-rata Oktober 5.892 µg/m³ (sekitar 20 kali lipat dari 289 µg/m³ pada akhir Juli) dengan puncak 16.620 µg/m³ pada 7 Oktober. Jambi mencatat rata-rata 4.328 µg/m³ (sekitar 19 kali lipat dari 227 µg/m³) dengan puncak 9.913 µg/m³ pada 2 Oktober. Pekanbaru (1.820 µg/m³), Pontianak (1.892 µg/m³), dan Banjarmasin (1.062 µg/m³) relatif lebih rendah.

Titik panas dan partikel halus ikut naik

Kenaikan CO berjalan seiring titik panas. Rata-rata titik panas harian yang terdeteksi satelit VIIRS SNPP di SiPongi naik dari 1.275 per hari pada 22-31 Juli menjadi 4.759 pada Agustus, 7.200 pada September, dan 8.192 pada 1-21 Oktober, dengan puncak 13.572 titik pada 6 Oktober 2026. Korelasi harian antara jumlah titik panas dan rata-rata CO enam kota sebesar 0,67. Partikel halus PM2,5 juga melonjak: rata-rata enam kota 196,1 µg/m³ pada Oktober, hampir enam kali lipat 33,2 µg/m³ pada akhir Juli.

Catatan: angka CO adalah estimasi model CAMS pada titik koordinat pusat kota, bukan hasil pengukuran sensor di lapangan, dan menggambarkan konsentrasi di udara, bukan jumlah CO yang dilepaskan api (SiPongi hanya menyediakan emisi CO2 tahunan per provinsi). Titik panas adalah deteksi satelit, bukan jumlah kebakaran unik; dua hari (4 Agustus dan 13 Oktober 2026) dikecualikan dari perhitungan karena data satelit SNPP di SiPongi tidak lengkap. Data 22 Juli hingga 21 Oktober 2026; hari berjalan tidak disertakan. Sumber: SiPongi Kementerian Kehutanan; Open-Meteo Air Quality (CAMS).

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Pasar

Macro update by
22 October 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Sep) 3,28% +0.09
Inflasi mom (Agu) 0,21% +0.35
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 18.044 +0.26
PDB ADHK (Q2) 3.576,20 +3.73
Ekspor Migas (Agu) 992,20 +25.98
Neraca perdagangan (Agu) 3,55 +2,814.03
Impor Migas (Agu) 3,53 -6.37
Ekspor (Agu) 26,61 +1.51
Impor (Agu) 23,06 -11.63
Kunjungan Wisman (Agu) 1,60 +4.89
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...